Tim Pertahanan Sipil Gaza mengevakuasi jenazah 40 warga Palestina dari Pemakaman Sheikh Radwan di Kota Gaza. Proses ini terjadi setelah area pemakaman tersebut rusak akibat operasi darat Israel yang menggunakan alat berat di wilayah itu.
Evakuasi jenazah 40 warga Gaza melibatkan tim forensik, dokter, dan perwakilan Kementerian Wakaf. Mereka memindahkan jenazah dari bagian timur pemakaman untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, proses identifikasi harus mereka lakukan karena kondisi jasad yang sudah tercampur dan rusak.
Selanjutnya, jenazah 40 warga Palestina yang mereka evakuasi menunjukkan dampak krisis pemakaman yang semakin parah. Sejak agresi genosida berlangsung, warga terpaksa menggunakan pemakaman darurat di rumah sakit, jalan, hingga ruang publik. Oleh karena itu, keterbatasan lahan semakin memperburuk situasi.
Baca juga: “Angka Keguguran di Gaza Capai 460 per 1.000 Kelahiran, Tiga Kali Lipat Rata-Rata Dunia”
“Komite PBB: Anak Palestina Makin Rentan setelah Israel Tekan Kelompok HAM”
Pemakaman Sheikh Radwan dan pemakaman Kristen di Gaza merupakan fasilitas umum yang masih digunakan. Namun, kapasitasnya terus menipis. Akibatnya, banyak keluarga kini terpaksa membuka kembali makam lama untuk menguburkan beberapa jenazah dalam satu liang lahat.
Jenazah 40 warga Gaza yang dievakuasi ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan. Organisasi hak asasi manusia menilai tindakan penggalian dan perusakan makam sebagai pelanggaran hukum internasional dan martabat manusia.
Sumber: Palinfo








