Seorang pria Badui berusia 21 tahun dari Naqab (Negev) meninggal setelah otoritas keamanan Israel menahannya selama hampir dua minggu. Kasus ini memicu tuntutan keluarga untuk penjelasan transparan mengenai penyebab kematiannya dan menolak versi resmi yang pihak berwenang sampaikan.
Saber Al-Amital adalah warga Badui yang merupakan seorang tukang kunci tanpa catatan kriminal. Shin Bet menangkapnya pada 4 Juni dan kemudian memindahkannya ke beberapa fasilitas penahanan sebelum akhirnya ia mendapat perawatan di Rumah Sakit Barzilai di Ashkelon.
Baca juga: “Angka Keguguran di Gaza Capai 460 per 1.000 Kelahiran, Tiga Kali Lipat Rata-Rata Dunia”
“Komite PBB: Anak Palestina Makin Rentan setelah Israel Tekan Kelompok HAM”
Pihak keluarga menyatakan Saber dalam kondisi sehat saat Israel menangkapnya dan menolak klaim bahwa ia melakukan percobaan bunuh diri di dalam sel. Mereka juga mengaku tidak mendapat informasi resmi selama beberapa hari setelah penangkapannya, hingga akhirnya mengetahui ia telah Israel tahan.
Pihak keluarga bersama pengacara telah mengajukan petisi untuk penyelidikan yudisial terhadap Shin Bet, kepolisian, dan rumah sakit terkait, serta meminta akses rekaman dan investigasi independen atas kematiannya.
Kasus ini menambah daftar tawanan Palestina yang meninggal dalam penahanan Israel sejak 2023. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang otoritas Israel rilis terkait penyebab kematian tersebut.
Baca juga: “Israel Sita Lahan Gereja Ortodoks Yunani di Silwan, Al-Quds — Seluas 2,7 Hektar”
Sumber: TRT World








