JAKARTA — Adara Relief International bersama Persaudaraan Muslimah (Salimah) terus memperluas edukasi Palestina melalui rangkaian Training for Trainer (TFT) Kepalestinaan dalam Rakornas Salimah sepanjang April hingga Juni 2026.

Rangkaian TFT menghadirkan jajaran direksi Adara, yaitu Ustadzah Maryam Rachmayani, Ustadzah Latifah Hariawati, Ustadzah Indah Kurniati, dan Ustadzah Rufaidah Ulfaturrohmah. Selama tiga bulan, para narasumber mengisi berbagai agenda Rakornas Salimah secara bertahap di setiap provinsi di Indonesia.
Salimah Menjadi Penggerak Edukasi Palestina di Pelosok Indonesia

Sebanyak 1.438 peserta dari 17 provinsi mengikuti rangkaian TFT Kepalestinaan dari Adara dengan antusias. Mereka tidak hanya menyimak materi, namun juga aktif mendiskusikan peran masyarakat Indonesia untuk membersamai perjuangan Palestina.
Melalui jaringan pengurus yang tersebar di berbagai daerah, Salimah berperan sebagai mitra strategis Adara dalam memperluas edukasi Palestina hingga menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput.
“Alhamdulillah para peserta semangat melaksanakan TFT. Kita berharap peserta yang hadir bisa menyampaikan kembali ke jaringan masing-masing sehingga edukasi Palestina bisa menyebar ke seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Ustadzah Latifah usai mengisi TFT Kepalestinaan di Tj. Selor, Kalimantan Utara (10/5).

Di sejumlah daerah, TFT Kepalestinan ini juga bersamaan dengan Tabligh Akbar yang melibatkan berbagai organisasi setempat, tokoh daerah, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini semakin memperluas jangkauan edukasi Palestina hingga ke berbagai lapisan masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memperluas jangkauan edukasi kepalestinaan serta memperbanyak bantuan untuk Palestina,” tutur Ustadzah Indah dalam sesi TFT Kepalestinaan terakhir di Maluku (13/6).

Melalui kolaborasi ini, Adara dan Salimah berharap semakin banyak penggerak yang mampu meneruskan edukasi Palestina secara berkelanjutan.
“Harapan kami, literasi edukasi kepalestinaan ini bukan hanya oleh Salimah, tapi juga bisa dilakukan secara berkala oleh ormas-ormas muslimah lainnya. Sebab, terdapat pelajaran luar biasa dari ketangguhan seorang ibu di Palestina. Bagaimana mereka melahirkan generasi Qur’ani yang tangguh dan memiliki harapan untuk masa depan,” pungkas Reny Anggrayni, Ketua Umum Salimah dalam Tabligh Akbar di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (10/5).








