JAKARTA-Pada umumnya, perempuan identik dengan perumpamaan “tulang rusuk”. Perempuan merupakan kelompok yang sangat berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, juga cinta yang tulus. Namun, di Jalur Gaza, kondisi telah memaksa banyak perempuan untuk menjadi tulang punggung. Meski begitu, Sahabat Adara tidak ingin para perempuan Gaza kehilangan hak yang seharusnya mereka dapatkan. Oleh sebab itu, pada 7 Mei 2026, Sahabat Adara melalui Adara Relief International mengirimkan bantuan melalui program DKP (Dekap Keluarga Palestina). Bantuan tersebut berupa bingkisan yang berisi sajadah, alat salat, dan kebutuhan pribadi perempuan. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 200 perempuan di Gaza selatan yang terdiri dari ibu para syuhada, ibu korban luka, dan ibu tulang punggung keluarga.

Jika seorang anak kehilangan orang tuanya, mereka akan disebut sebagai yatim piatu. Akan tetapi, jika seorang ibu kehilangan buah hatinya, tidak ada sebutan khusus untuk mereka. Sebab, rasa sakit seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya tidak dapat terbayangkan melalui kata-kata. Kenyataan tersebut masih berlangsung saat ini di Jalur Gaza. Tak terhitung banyaknya ibu yang kehilangan putra-putri mereka, baik akibat serangan, pengungsian, maupun penahanan oleh pasukan Israel. Hingga kini, para ibu di Gaza masih berduka atas anak mereka yang menjadi syahid, atau anak mereka yang Israel tahan di penjara yang kejam, atau bahkan anak mereka yang tiba-tiba hilang tanpa jejak dan tidak diketahui keberadaannya.
Di samping itu, puluhan ribu perempuan kini juga telah kehilangan pasangan mereka akibat genosida. Lebih dari 22.000 perempuan di Gaza kini menjadi janda, memaksa mereka untuk menjadi tulang punggung keluarga. Palestinian Center for Policy and Survey Research menyebut hilangnya kepala keluarga telah mengubah struktur sosial secara drastis. Runtuhnya ekonomi akibat agresi telah membuat tingkat pengangguran perempuan menjadi semakin tinggi. Akibatnya, banyak perempuan hanya bisa bergantung pada ekonomi informal berbasis bantuan untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka.

Menyadari bahwa perempuan merupakan kelompok yang menanggung beban berat dalam genosida ini, maka Adara segera mengambil langkah nyata. pada 7 Mei 2026, Sahabat Adara melalui Adara Relief International mengirimkan bantuan melalui program DKP (Dekap Keluarga Palestina). Bantuan tersebut berupa bingkisan yang berisi sajadah, alat salat, dan kebutuhan pribadi perempuan. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 200 perempuan di Gaza selatan yang terdiri dari ibu para syuhada, ibu korban luka, dan ibu tulang punggung keluarga.




Meski terhalang jarak untuk memeluk para perempuan Gaza secara langsung, namun Sahabat Adara berharap cinta mereka tetap akan sampai melalui bantuan yang tersalurkan. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu telah menjadi alasan bagi ratusan perempuan untuk tersenyum kembali.








