Pemerintah Provinsi Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan adanya rencana Israel untuk menghapus sebuah perguruan tinggi vokasi milik UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, di Al-Quds.
Perguruan tinggi tersebut yaitu Qalandiya Training College. Perguruan tinggi ini telah berdiri selama beberapa dekade di atas lahan yang pemerintah Yordania sediakan sebelum Israel menduduki Tepi Barat pada 1967. Saat ini, lembaga itu melayani 350 mahasiswa.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa “proyek Israel ini merupakan mata rantai baru dalam rangkaian upaya Israel untuk melemahkan kerja badan PBB di Al-Quds. Rencana ini bermuatan kepentingan politik serta perluasan permukiman ilegal, dan akan mencakup area seluas 82 dunams (82.000 meter persegi).”
Pemerintah daerah menyebut rencana Israel itu “berbahaya”. Sebab, Israel menargetkan lembaga PBB yang sudah ada yang menyediakan layanan pendidikan dan kejuruan kepada pengungsi Palestina. Rencana ini juga mereka sebut sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Israel yang bertujuan melemahkan operasional UNRWA di Al-Quds.
Ini bukan ancaman pertama. Israel telah mengambil serangkaian tindakan terhadap UNRWA dalam beberapa tahun terakhir. Ini terjadi di tengah agresi genosida yang telah membunuh hampir 73.000 orang di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Pada Januari tahun ini, pasukan Israel menghancurkan sejumlah bangunan di dalam kantor pusat UNRWA di Al-Quds bagian timur. Knesset juga mengesahkan undang-undang untuk memutus pasokan listrik dan air ke kantor badan PBB di kota yang diduduki tersebut.
UNRWA merupakan lembaga yang Majelis Umum PBB dirikan lebih dari 70 tahun yang lalu untuk membantu warga Palestina yang Israel paksa meninggalkan tanah mereka.
Sumber: MEMO








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)