Pejabat PBB memperingatkan agresi Gaza akan membawa dampak “bencana” bagi warga sipil. Hal itu juga akan terus memperburuk krisis kemanusiaan dan ketegangan di Palestina.
Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, menyampaikan peringatan itu dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Ia menegaskan warga Gaza tidak sanggup menghadapi agresi kembali.
Menurut Alakbarov, kekerasan di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) juga terus meningkat. Selain itu, ekspansi permukiman ilegal Israel dan serangan pemukim memperparah situasi.
Di Gaza, perang Gaza kembali memicu serangan harian Israel yang membunuh puluhan warga. Oleh karena itu, PBB mendesak semua pihak menjalankan penuh Resolusi DK PBB 2803 dan melanjutkan tahap kedua gencatan senjata.
Alakbarov menilai bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas. Meski penyeberangan Zikim kembali dibuka, Israel tetap membatasi banyak barang bantuan dengan alasan “dual-use”. Selain itu, agresi Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah dan membuat warga hidup dalam ketidakpastian. Alakbarov mengatakan ia menyaksikan langsung kehancuran besar saat mengunjungi Gaza baru-baru ini.
Sementara itu, Israel terus memperluas permukiman di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). PBB mencatat lebih dari 220 komunitas Palestina mengalami serangan pemukim sepanjang 2026. Karena itu, PBB meminta langkah mendesak untuk menghentikan eskalasi di Gaza dan mencegah situasi kawasan semakin memburuk.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)