Gaza Center for Human Rights memperingatkan kondisi lingkungan dan kesehatan di Gaza telah mencapai tingkat “katastropik”. Salah satunya tandanya yaitu penyebaran tikus, serangga, dan penyakit yang mengancam ratusan ribu warga, terutama pengungsi.
Organisasi tersebut mencatat penumpukan sekitar 900.000 ton sampah sejak Oktober 2023, selain jutaan ton puing bangunan. Sampah yang menumpuk di sekitar kamp pengungsian menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran penyakit kulit, infeksi usus, hingga wabah serius.
Baca juga :“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza
Warga melaporkan tikus merusak makanan, menyerang anak-anak, dan menulari warga Gaza yang berada di dalam tenda. Keterbatasan obat, pestisida, serta fasilitas sanitasi memperburuk situasi. Tenaga medis juga memperingatkan risiko penyakit seperti leptospirosis akibat paparan urine tikus, yang kini mulai menjadi ancaman nyata di kamp-kamp pengungsian.
Pusat HAM tersebut menilai pembatasan masuknya bahan pengendali hama dan rusaknya sistem pengelolaan sampah sebagai bentuk tekanan sistematis terhadap warga sipil. Mereka mendesak komunitas internasional untuk segera membuka akses bantuan, termasuk alat sanitasi, pestisida, dan dukungan kesehatan guna mencegah bencana yang lebih besar.
Baca juga : “Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan”
Sumber: Palinfo
Gaza Center for Human Rights memperingatkan kondisi lingkungan dan kesehatan di Gaza telah mencapai tingkat “katastropik”.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)