• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 7, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

 Zionis Mencetak ‘Prestasi’ dengan Membunuh 77 Anak dalam Setahun

by Adara Relief International
Oktober 26, 2021
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
 Zionis Mencetak ‘Prestasi’ dengan Membunuh 77 Anak dalam Setahun

Photo by MEE/Akram al-Waara

20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Bahaya paling besar bagi anak-anak kita dan anak-anak Palestina adalah pendudukan. Hingga pendudukan berakhir, anak-anak kita tidak akan merasakan kedamaian.”

Kalimat tersebut diungkapkan oleh seorang aktivis bernama Abu Ayyash, sekaligus merespon tindakan Zionis Israel yang membunuh seorang anak Palestina berusia 12 tahun dengan menembaknya di bagian dada pada Rabu (28/7). Mohammed Moayyad Bahjat Al-Allami merupakan anak ke-11 yang dibunuh oleh Zionis di Tepi Barat dan anak ke-77 yang dibunuh oleh pasukan Zionis sepanjang tahun 2021 ini.

Mohammed bersama ayah dan saudara-saudaranya baru saja selesai berbelanja. Dengan mengendarai mobil, mereka hendak pulang dan makan siang, sementara tentara Zionis tengah berjaga di pintu masuk kota mereka, Beit Al-Umar, yang hanya berjarak 50 meter dari pangkalan militer Zionis.

Keberadaan tentara Zionis di sekitar situ merupakan pemandangan yang sangat biasa sehingga Mohammed juga keluarganya, tidak menaruh curiga. Ia kemudian meminta kepada ayahnya untuk singgah di sebuah toko karena ingin membeli beberapa permen. Ayahnya dengan senang hati menuruti keinginan putranya dan mulai memutar mobil. Saat itulah kisah hidup mereka menjadi sebuah mimpi buruk.

Baca berita terkait: Pasukan Zionis Membunuh Warga Palestina Ketika Berlangsung Konvoi (Protes) Pemakaman di Tepi Barat

Ashraf Al Allami, paman Mohammed yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan, “Tentara itu tidak menembak ke udara atau menembak dengan tembakan peringatan. Mereka sepenuhnya menghujani mobil dengan peluru!” Menyadari Mohammed terkena peluru, mereka segera membawa Mohammed ke rumah sakit terdekat di Hebron. Saudara-saudara Mohammad yaitu Anan (8) dan Ahmed (5) hanya bisa mendekap Mohammed sambil menangis selama perjalanan ke rumah sakit.

Mohammed sempat mengalami kritis sebelum meninggal akibat luka-lukanya. Berdasarkan keterangan keluarga, Mohammed ditembak dengan lima peluru di bagian perut dan dada. “Dia tidak hanya ditembak dengan satu atau dua peluru, melainkan lima! Dia hanyalah anak-anak.” kata pamannya, Ashraf. “Tentara mengklaim bahwa mereka mencoba menghentikan mobil saudara saya karena suatu alasan. Namun, ada sejuta cara lain untuk menghentikan mobil selain menghujaninya dengan peluru.” lanjutnya.

Setelah membunuh Mohammed dengan brutal, Zionis tetap tidak membiarkan keluarga memakamkan putra mereka dengan tenang. Ketika orang-orang mendekati kuburan untuk memakamkan Mohammed, tentara Zionis menembaki mereka dari segala arah. Banyak anak-anak yang berada di sana juga diserang dengan gas air mata sehingga banyak yang tersedak dan tercekik. “Aku hanya ingin menguburkan putraku. Itu adalah hak paling dasar, bukan? Mereka menembaki kami saat pemakaman. Tidak bisakah Mohammed mendapat kedamaian bahkan di dalam kuburnya?” Ujar Moayyad, ayah Mohammed.

Warga Palestina membawa jenazah Muhammad Munir al-Tamimi selama pemakamannya di Deir Nizam di Tepi Barat yang diduduki, pada 24 Juli 2021 (AFP)

Sebelum Mohammed, Zionis telah membunuh seorang remaja berusia 17 tahun pada Sabtu (24/7) lalu. Muhammad Munir Al-Tamimi meninggal akibat ditembak di bagian perut oleh tentara Zionis ketika terjadi demonstrasi di desa Nabi Saleh di Beita. Demonstrasi tersebut merupakan protes terhadap kebijakan Zionis Israel yang memperluas permukiman ilegal Yahudi Eviatar. Berdasarkan data dari Bulan Sabit Merah Palestina, 146 warga Palestina terluka saat peristiwa demonstrasi di Beita tersebut. Sembilan orang terluka akibat tembakan langsung, 34 oleh peluru berlapis karet, dan 87 oleh gas air mata.

Baca Juga

Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Baca berita terkait: Demonstran Palestina Ditembak Mati Tentara Zionis

“Mereka mengeksekusinya dengan darah dingin, dengan peluru yang dilarang secara internasional,” kata ibu Tamimi. Sementara itu, tentara Zionis menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa Tamimi ditembak karena melemparkan batu dan “mengancam nyawa seorang tentara” sehingga penembakan Tamimi telah sesuai dengan aturan dalam pertempuran. Sebuah pernyataan yang ganjil mengingat Tamimi hanyalah seorang remaja 17 tahun yang tidak memegang senjata, sangat berbanding terbalik dengan tentara Zionis yang bersenjata lengkap.

Perdana Menteri Zionis Israel, Naftali Bennett, pernah mengatakan, “Saya telah membunuh banyak orang Arab dalam hidup saya. Ini adalah hal yang bagus. Sayang sekali kami tidak membunuh lebih banyak teroris.” Pernyataan ini mendapat kritik dari sejumlah selebriti pro-Palestina seperti Bella dan Gigi Hadid.

Bertolak dari pernyataan yang rasis tersebut, mari bayangkan kekerasan seperti apa yang setiap waktunya akan hadir dan membayangi warga Palestina, juga masa depan seperti apa yang tergambar dalam benak anak-anak Palestina. Mereka, seperti anak-anak lainnya, memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara wajar. Namun, penjajahan merenggut hak-hak mereka. Mereka lahir di sela dentuman dan pengusiran, tumbuh di dalam luka yang menggores fisik dan batin mereka.

Mohammed dan Tamimi hanyalah dua di antara sekian banyak anak Palestina yang telah direnggut haknya, dilukai, bahkan dibunuh oleh Zionis Israel. Tujuh puluh tujuh bukanlah angka yang sedikit untuk hitungan nyawa yang hilang. Anak-anak, sedegil apa pun mereka, tidak berhak untuk disakiti apalagi dibunuh seakan mereka adalah sesuatu yang tidak berharga.

Photo by MEE/Akram al-Waar

“Death to Arabs” “A good Arab is a dead Arab” adalah senandung yang digemakan saat pawai bendera Zionis Israel pada pertengahan Juni lalu di kawasan Al-Quds. Kemanusian telah lenyap dikubur rasisme. Hanya karena seorang anak terlahir sebagai warga Palestina, nyawanya tidak dianggap berharga. Bukankah para tentara yang membunuh anak Palestina tersebut juga memiliki anak? Tidakkah pernah terlintas dalam benak mereka perasaan orang tua yang kehilangan anaknya akibat dibunuh? Atau mungkin, membunuh banyak anak-anak merupakan sebuah ‘prestasi’ bagi mereka?

 

Reporter : Salsabila

Editor : LM

Dari berbagai sumber.

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

17 Tawanan Palestina Mogok Makan, Memprotes Detensi Administratif Zionis

Next Post

Tentara Zionis Menutupi Pembunuhan terhadap Keluarga Palestina selama Serangan Gaza pada Mei

Adara Relief International

Related Posts

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat
Berita Kemanusiaan

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat

by Adara Relief International
Mei 6, 2026
0
15

Uskup Agung Ortodoks Yunani dari Sebastia, Atallah Hanna, memperingatkan meningkatnya serangan Israel terhadap komunitas Kristen di Al-Quds (Yerusalem). Ia menyebutnya...

Read moreDetails
Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Mei 6, 2026
18
Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Mei 6, 2026
17
Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Mei 6, 2026
16
PBB: Insiden Keamanan di Gaza Meningkat, Fasilitas Bantuan Diserang

PBB: Insiden Keamanan di Gaza Meningkat, Fasilitas Bantuan Diserang

Mei 6, 2026
15
Utusan AS Desak Israel Longgarkan Akses Bantuan ke Gaza

Utusan AS Desak Israel Longgarkan Akses Bantuan ke Gaza

Mei 5, 2026
29
Next Post
Tentara Zionis Menutupi Pembunuhan terhadap Keluarga Palestina selama Serangan Gaza pada Mei

Tentara Zionis Menutupi Pembunuhan terhadap Keluarga Palestina selama Serangan Gaza pada Mei

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630