• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 7, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Penyiksaan Psikologis Zionis terhadap Anak-Anak Palestina di Jalur Gaza

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Tema Populer
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Penyiksaan Psikologis Zionis terhadap Anak-Anak Palestina di Jalur Gaza
916
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada 12 Mei lalu, Raed Subaih (45) menerima telepon dari agen intelijen Zionis. Mereka memerintahkan Subaih untuk meninggalkan rumahnya yang terletak di kompleks Al-Naser di utara Gaza karena lokasi tersebut akan dihancurkan dengan bom. Subaih beserta enam anak dan orangtuanya tidak memiliki tempat tinggal sejak saat itu dan berusaha keras untuk menyewa tempat tinggal sementara. “Hancurnya rumah kami bukan hanya kerugian materi. Ya, kami kehilangan rumah, dokumen, dan perabotan, tapi semua itu bisa digantikan perlahan meskipun setelah penderitaan yang berat. Tapi kenangan dan masa-masa bahagia tidak dapat tergantikan. Penderitaan dan trauma tidak bisa dihapus.” Ujar Subaih.

Subaih merupakan satu dari 1.500 keluarga yang kehilangan rumah akibat dibom oleh Zionis. Mereka berjuang membayar sewa untuk tempat tinggal sementara, sedangkan penduduk yang tidak mampu membayar terpaksa tinggal di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat. Sebanyak 13.000 keluarga memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka yang telah hancur walaupun belum bisa segera diperbaiki akibat kurangnya pasokan sebagai dampak dari blokade sejak tahun 2006.

Trauma akibat pengeboman rumah dan kehilangan anggota keluarga tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi dirasakan juga oleh anak-anak. Serangan yang berlangsung sejak 11 hingga 21 Mei tersebut merenggut nyawa 253 penduduk Palestina dan lebih dari 1.900 orang terluka, 66 di antaranya adalah anak-anak. Menyaksikan anggota keluarga dan teman mereka tewas tentunya menimbulkan dampak yang signifikan terhadap psikologis anak-anak Palestina.

Baca juga: Serangan Zionis Renggut Senyum Anak-Anak Gaza

Suzy Ishkuntana yang saat itu berusia enam tahun mengalami trauma ekstrem akibat penyerangan tersebut. Ia kehilangan orang tua dan empat saudaranya dan kini enggan berbicara kecuali kepada kakek dan neneknya. Suzy juga menolak untuk makan dan selalu mencari ibunya. Neneknya berkata, “Saya selalu mengatakan bahwa ibu dan saudaramu sudah berada di surga. Namun dia menjawab, ‘Aku ingin mati agar bisa bersama mereka.’” Hal yang serupa dialami juga oleh Maysaa Abu Alouf yang berusia sembilan tahun. Maysaa kehilangan ibu dan dua saudara perempuannya dalam penyerangan tersebut. Kini Maysaa selalu menangis dan mengalami ketakutan terhadap gedung tinggi dan trauma untuk ke luar.

Dr. Samah Jabr, Ketua Unit Kesehatan Mental di Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, “Trauma di Gaza terus berlangsung dan berulang-ulang dalam kumpulan trauma historis. Tidak ada tempat yang aman bagi keluarga dan anak-anak untuk mencari perlindungan di Gaza.”

Serangkaian penelitian yang membahas efek perang terhadap anak-anak Palestina yang tinggal di Jalur Gaza menyimpulkan bahwa anak-anak di Gaza mengalami gejala depresi, kecemasan, dan stres pasca-trauma (PTSD). Anak-anak menjadi kehilangan rasa aman, merasa terisolasi, dan akses mereka untuk mendapatkan pendidikan terputus. Hal ini merupakan dampak dari penyiksaan psikologis yang dilakukan Zionis terhadap anak-anak Palestina.

Trauma anak-anak diperburuk dengan berada bersama orang dewasa yang juga tertekan. Blokade yang dilakukan oleh Zionis sejak 2006 melumpuhkan kegiatan ekonomi sehingga angka pengangguran dan kemiskinan di Palestina meningkat. Para orangtua yang anaknya tewas terbunuh juga seringkali menyalahkan diri mereka, mengalami trauma, dan tekanan mental, sehingga anak-anak tidak memiliki tempat untuk mengadu dan berlindung.

Terlepas dari apa pun tujuannya, membunuh dan menyiksa psikologis anak-anak merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan menyalahi hukum internasional. Anak-anak juga merupakan warga negara yang hak mereka seharusnya dilindungi. Anak-anak Palestina tidak dilahirkan untuk menanggung penderitaan seumur hidupnya. Mereka berhak atas pendidikan, perlindungan, dan jaminan atas hidup mereka, bukan penyiksaan psikologis yang mengakibatkan trauma tak berkesudahan.

 

Reporter : Salsabila

Editor : LM

Dari berbagai sumber.

 

***

Baca Juga

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Zionis Mengawasi Jurnalis dan Politikus Menggunakan Spyware Pegasus

Next Post

Ledakan Misterius di Gaza Tewaskan Seorang Warga Palestina

Adara Relief International

Related Posts

kurban
Artikel

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

by Adara Relief International
Mei 5, 2026
0
22

Bicara tentang kurban berarti bicara tentang Surat Al-Kautsar. Di dalam surat terpendek ini, Allah SWT menegaskan betapa nikmat-Nya telah tercurah...

Read moreDetails
71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

April 27, 2026
54
Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5):  Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

April 27, 2026
40
Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

April 21, 2026
40
Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

April 21, 2026
31
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
84
Next Post
Ledakan Misterius di Gaza Tewaskan Seorang Warga Palestina

Ledakan Misterius di Gaza Tewaskan Seorang Warga Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630