Siswa Palestina memulai ujian sekolah menengah atas tahun 2026 pada Sabtu (20/6). Sebanyak 91.138 siswa Palestina mengikuti ujian di Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem), Gaza, dan berbagai negara tempat mereka tinggal.
Kementerian Pendidikan Palestina mencatat 51.499 siswa Palestina mengikuti ujian di Tepi Barat. Sementara itu, 37.698 siswa berada di Gaza dan 1.941 lainnya tersebar di 46 negara.
Karena agresi dan blokade yang masih berlangsung, siswa Palestina di Gaza mengikuti ujian secara daring untuk tahun ketiga berturut-turut melalui platform Wise School. Sebaliknya, peserta di Tepi Barat mengerjakan ujian secara langsung di sekolah.
Perdana Menteri Mohammad Mustafa membuka pelaksanaan ujian dari sekolah putri di Al-Mughayyir dan Abu Falah. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut menunjukkan dukungan bagi masyarakat yang menghadapi serangan pemukim Israel dan berbagai pembatasan.
Baca juga: “Seruan ke WHO: Selamatkan Tawanan Palestina dari Wabah Kudis”
Menteri Pendidikan Amjad Barham menegaskan ujian terpadu ini mencerminkan peran pendidikan sebagai simbol persatuan nasional Palestina. Hal itu tetap berlangsung meski sektor pendidikan mengalami gangguan besar selama setahun terakhir.
Di sisi lain, siswa Palestina yang ditahan di penjara Israel tidak dapat mengikuti ujian. Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) menyatakan sedikitnya 65 siswa sekolah menengah kehilangan hak untuk mengikuti ujian. Selain itu, ratusan pelajar dari jenjang pendidikan lain juga mengalami hal serupa.
PPS menyebut Israel meningkatkan penangkapan terhadap siswa Palestina sejak mulainya agresi genosida di Gaza pada Oktober 2023. Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa Israel mencabut hak pendidikan para tawanan Palestina, termasuk anak-anak.
Menurut PPS, para pelajar yang Israel tahan menghadapi perlakuan buruk, kondisi penjara yang keras, serta kehilangan akses pendidikan dan komunikasi dengan keluarga. Karena itu, organisasi tersebut mendesak lembaga internasional menekan Israel agar menjamin hak pendidikan bagi seluruh siswa Palestina yang ditahan.
Sumber: Palinfo








