• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, April 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

75 Tahun Nakba: Berapa Banyak Lagi Anak Palestina yang Harus Menderita?

by Adara Relief International
Mei 22, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
75 Tahun Nakba: Berapa Banyak Lagi Anak Palestina yang Harus Menderita?
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Hajar Khalil Salah el-Bahtini terlihat berpose di depan kamera, dengan bangga menunjukkan sertifikat kelulusan taman kanak-kanaknya yang dihiasi dengan balon dan karakter kartun. Itu adalah momen perayaan, tapi bukan itu sebabnya foto hari istimewanya itu diperlihatkan ke seluruh dunia pada minggu lalu. Hajar, yang baru berusia lima tahun, terbunuh saat sedang tidur pada tanggal 9 Mei. Dia termasuk di antara 13 orang Palestina yang terbunuh malam itu, termasuk empat anak-anak lainnya, akibat serangan militer Israel yang mengerikan dan tidak beralasan terhadap bangunan tempat tinggal di Jalur Gaza yang terkepung.

Ketika melihat foto Hajar merayakan momen terakhir dalam hidupnya yang singkat, kita bertanya-tanya: berapa banyak lagi generasi anak-anak Palestina yang akan menderita di tangan rezim apartheid dan pemukim kolonial Israel? Berapa banyak lagi nyawa yang akan dipersingkat dengan kejam, tanpa konsekuensi bagi pelaku kejahatan ini? Korban tewas dari serangan terbaru Israel di Gaza telah melampaui 30, termasuk enam anak-anak. Di Tepi Barat, keluarga dan anak-anak kecil menderita karena pembatasan pergerakan yang melumpuhkan, dan secara rutin mengungsi saat Israel menghancurkan rumah mereka. Lebih dari 550 anak Palestina telah mengungsi akibat penghancuran rumah, terhitung sejak Mei 2022 hingga akhir April 2023.

Sudah 75 tahun sejak orang-orang Palestina dibersihkan secara etnis dan diusir secara paksa dari tanah, rumah, dan properti leluhur mereka sejak Nakba 1948 (yang berarti “malapetaka” dalam bahasa Arab). Masyarakat Palestina hancur selama Nakba, lebih dari 500 desa dan kota hancur, dan puluhan pembantaian dilakukan terhadap warga sipil tak berdosa; lebih dari 13.000 orang Palestina terbunuh selama periode ini. Nakba meninggalkan warisan brutal, sekitar 750.000 warga Palestina mengungsi dari rumah mereka, ditolak haknya untuk kembali ke desa dan kota asal mereka. Saat ini, sekitar enam juta warga Palestina terdaftar sebagai pengungsi di PBB.

Saat kita memperingati 75 tahun sejak Nakba, pemerintah Israel melanjutkan aneksasi de jure dan de facto atas Tepi Barat. Ini merupakan kelanjutan dari perampasan tanah Israel, penjarahan dan pengusiran warga Palestina melalui pemeliharaan sistem apartheidnya. Seperti yang ditegaskan kembali oleh pelapor khusus PBB, upaya aneksasi Israel yang berkelanjutan adalah bukti dari sistem apartheid abad ke-21, meninggalkan kematian hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Tahun ini, saat kita memperingati Nakba ke-75, pemerintah paling kanan dan rasis Israel telah mengintensifkan penindasannya terhadap penduduk Palestina. Pembunuhan di luar hukum telah menjadi kejadian biasa di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds (Yerusalem) Timur. Selama 75 tahun terakhir, tidak ada: pertanggungjawaban atas kejahatan dan pelanggaran HAM yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan oleh Israel.

Baca Juga

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Kejahatan Nakba–termasuk pembersihan etnis, pengusiran warga Palestina, penghancuran luas properti Palestina, dan penolakan hak pengungsi yang berkepanjangan – tidak pernah dituntut atau diperbaiki. Sebaliknya, bulan lalu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen merayakan “75 tahun demokrasi yang hidup di jantung Timur Tengah”, menutupi kejahatan yang telah dilakukan Israel sejak Nakba hingga hari ini.

Namun, terlepas dari upaya untuk mengkriminalisasi perjuangan penduduk Palestina–terlepas dari upaya untuk menghapus sejarah Palestina, menyangkal keberadaan Palestina, dan membungkam rakyatnya–penduduk asli Palestina tetap ada di sini, dan akan tetap di sini karena masih terus berjuang untuk pembebasan negaranya. Penduduk Palestina menyerukan kepada komunitas internasional untuk bergabung dalam perjuangan untuk menentukan nasib sendiri, hak yang tidak dapat dicabut berdasarkan hukum internasional, dan meminta pertanggungjawaban Israel atas 75 tahun pelanggaran terhadap rakyat Palestina.

Ada banyak kemungkinan jalan menuju masa depan yang adil, tetapi tidak ada yang harus didasarkan pada penjajahan permanen, kolonialisme pemukim, dan dominasi serta penindasan satu kelompok orang oleh kelompok lain. Apartheid tidak memiliki tempat di dunia kita, dan sistem apartheid Israel harus dibongkar sekarang. Inilah janji kita semua kepada Hajar.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

34 Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel dalam Kondisi Memprihatinkan

Next Post

Buya Hamka Berbicara tentang Baitul Maqdis (Bagian II)

Adara Relief International

Related Posts

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran
Berita Kemanusiaan

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

by Adara Relief International
April 20, 2026
0
16

Sistem kesehatan di Jalur Gaza kian mendekati titik kolaps di tengah berlanjutnya pembatasan dan dampak perang berkepanjangan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan...

Read moreDetails
Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

April 20, 2026
18
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

April 20, 2026
24
PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

April 20, 2026
17
75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

April 20, 2026
15
UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

April 20, 2026
16
Next Post
Buya Hamka Berbicara tentang Baitul Maqdis (Bagian II)

Buya Hamka Berbicara tentang Baitul Maqdis (Bagian II)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630