• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 12, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

4.500 Penduduk Gaza Diamputasi akibat Genosida Israel: Mimpi yang Terkubur dan Luka yang Tak Kunjung Sembuh

by Adara Relief International
April 11, 2025
in Anak, Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
4.500 Penduduk Gaza Diamputasi akibat Genosida Israel: Mimpi yang Terkubur dan Luka yang Tak Kunjung Sembuh

Seorang gadis Palestina berusia 13 tahun bernama Saba Abu Abdeh, yang kehilangan kedua kakinya akibat serangan Israel di Kamp Pengungsi Bureij, dirawat di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza pada 13 Januari 2025. [Hassan Jedi – Anadolu Agency]

21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Farah Abu Qainas pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Namun, serangan udara Israel tahun lalu membuatnya kehilangan kaki kiri, mengubur semua harapan masa depannya, dan menambahnya ke dalam daftar ribuan korban amputasi baru di Gaza yang porak poranda. Kini, di tengah kondisi pengungsian sementara, Farah menjalani sesi fisioterapi di sebuah pusat prostetik di wilayah tersebut. Ia menunggu di kursi roda, berharap mendapatkan kaki palsu yang bisa mengembalikan sedikit kebebasan dalam hidupnya.

“Hari itu, saya kehilangan lebih dari sekadar kaki,” ujarnya. “Saya kehilangan mimpi. Saya ingin kuliah dan mengajar anak-anak. Tapi cedera ini telah mencuri masa depan saya.”

Agresi dimulai pada 7 Oktober 2023 ketika Israel meluncurkan kampanye militer yang telah membunuh lebih dari 50.800 warga Palestina di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat. Sebagian besar wilayah pesisir kecil yang padat penduduk itu kini hancur, dan hampir seluruh dari dua juta penduduknya kehilangan tempat tinggal. Puluhan ribu lainnya mengalami luka berat yang akan memengaruhi hidup mereka selama bertahun-tahun ke depan. Di tengah sistem kesehatan yang nyaris lumpuh, perkiraan jumlah warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh pun bervariasi.

“Di seluruh Gaza, diperkirakan ada sekitar 4.500 orang dengan amputasi baru yang membutuhkan kaki atau tangan palsu, di samping 2.000 kasus lama yang membutuhkan perawatan lanjutan,” ungkap laporan dari Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) bulan lalu.

Ahmed Mousa, pengelola program rehabilitasi fisik Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Gaza, mengatakan bahwa setidaknya 3.000 orang telah terdaftar dalam program mereka, dengan 1.800 di antaranya mengalami amputasi. Ribuan warga Palestina lainnya mengalami cedera tulang belakang serta kehilangan penglihatan atau pendengaran, menurut OCHA dan ICRC.

Jumlah korban yang besar membuat penanganan menjadi semakin lambat dan kompleks. Menurut pejabat ICRC, pengiriman kaki atau tangan palsu ke Gaza menjadi tantangan tersendiri. “Akses terhadap alat bantu gerak atau prostetik sangat sulit saat ini, dan sayangnya belum ada kepastian kapan bantuan itu akan tiba,” kata Mousa.

Farah termasuk dalam peserta program terapi Mousa. Namun, ia mengaku tidak tahu kapan akan mendapatkan kaki palsu atau kesempatan untuk berobat ke luar negeri. “Mereka bilang saya harus menunggu, tapi saya tidak tahu apakah itu akan terjadi dalam waktu dekat.”

Militer Israel menyatakan bahwa serangan mereka bertujuan untuk menghancurkan Hamas, yang mereka tuduh bersembunyi di tengah populasi sipil Palestina. Hamas membantah tuduhan tersebut. Israel juga mengklaim bahwa mereka berupaya meminimalisasi korban sipil.

Faktanya, anak-anak pun tak luput dari kekerasan ini. Salah satunya adalah Shaza Hamdan, gadis berusia tujuh tahun yang bercita-cita belajar naik sepeda. “Ayah mengajak saya jalan-jalan, lalu tiba-tiba bom jatuh seperti hujan. Ada yang mengenai kaki saya dan satu lagi mengenai tangan ayah,” kisahnya.

Baca Juga

Israel Menolak Memberikan Perawatan Kanker untuk Anak Palestina

Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

Shaza telah dua kali menjalani operasi, dan dokter harus melakukan amputasi ulang karena infeksi yang parah.

“Sekarang saya sangat bergantung pada ibu,” lanjutnya. “Ibu melakukan segalanya untuk saya. Hidup saya kini lebih sulit. Dulu saya bisa bermain.”

Ayahnya, Karim Hamdan, mengatakan bahwa kondisi mental Shaza memburuk karena terus menunggu kesempatan berobat ke luar negeri. “Tidak ada kaki palsu di Gaza. Satu-satunya solusi adalah pengobatan di luar negeri. Ia sudah mulai tidak sabar, banyak bertanya, dan menangis setiap hari. Ia hanya ingin kembali merasa normal.”

Ismail Mehr, seorang ahli anestesi dari Negara Bagian New York yang telah memimpin beberapa misi medis ke Gaza selama agresi sekarang dan sebelumnya, mengatakan bahwa kekurangan layanan medis yang memadai bisa menyebabkan lebih banyak amputasi dan pengurangan lanjutan pada anggota tubuh yang sudah diamputasi.

“Lebih dari 99 persen amputasi dilakukan dalam kondisi yang sangat tidak layak, bukan karena kesalahan dokter, tapi karena kekurangan alat sterilisasi dan peralatan medis yang diperlukan. Bahkan, dalam banyak kasus, prosedur dilakukan oleh dokter yang bukan spesialis bedah amputasi,” ungkap Mehr.

Sumber:

https://www.reuters.com

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Ahmad Manasra Akhirnya Dibebaskan dari Penjara Israel setelah Hampir Sepuluh Tahun

Next Post

PBB: 12.500 Pasien di Gaza Masih Butuh Evakuasi Medis Mendesak

Adara Relief International

Related Posts

Israel Menolak Memberikan Perawatan Kanker untuk Anak Palestina
Berita Kemanusiaan

Israel Menolak Memberikan Perawatan Kanker untuk Anak Palestina

by Adara Relief International
Februari 11, 2026
0
22

Pengadilan Israel menolak permohonan untuk mengizinkan perawatan darurat di Israel untuk anak Palestina berusia lima tahun yang menderita kanker. Nyawa...

Read moreDetails
Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

Februari 11, 2026
23
Israel Ubah Identitas “Negara Palestina” Menjadi “Dewan Perdamaian”

Israel Ubah Identitas “Negara Palestina” Menjadi “Dewan Perdamaian”

Februari 11, 2026
17
Hanya 397 Orang yang Melintasi Perbatasan Rafah dalam Seminggu

Hanya 397 Orang yang Melintasi Perbatasan Rafah dalam Seminggu

Februari 11, 2026
15
Indonesia Bersiap Kirimkan 8.000 Tentara ke Jalur Gaza

Indonesia Bersiap Kirimkan 8.000 Tentara ke Jalur Gaza

Februari 11, 2026
16
Setelah Penutupan Dua Hari, Perbatasan Rafah Kembali Terbuka

Setelah Penutupan Dua Hari, Perbatasan Rafah Kembali Terbuka

Februari 10, 2026
18
Next Post
PBB: 12.500 Pasien di Gaza Masih Butuh Evakuasi Medis Mendesak

PBB: 12.500 Pasien di Gaza Masih Butuh Evakuasi Medis Mendesak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokumen Baru Mengungkap Jeffrey Epstein Mendanai Permukiman Israel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630