Lebih dari 200 organisasi di berbagai negara akan menggelar aksi pro-Palestina serentak pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Global Alliance for Palestine (GAFP) mengumumkan mobilisasi tersebut sebagai bentuk desakan untuk mengakhiri genosida di Gaza dan menuntut pertanggungjawaban Israel.
Menurut pernyataan GAFP, aksi ini melibatkan kelompok masyarakat sipil, serikat pekerja, federasi mahasiswa, dan jaringan hak asasi manusia dari 60 negara. Aksi tersebut berlangsung di lebih dari 250 lokasi di seluruh dunia.
GAFP menyelenggarakan mobilisasi bersama Anti-Apartheid Movement (AAM) dan SANED, koalisi global melawan penjajahan terhadap Palestina. Mereka menyerukan aksi langsung, bukan sekadar demonstrasi simbolis, untuk menentang keterlibatan pemerintah dan perusahaan yang mendukung tindakan Israel.
Baca juga: Gencatan Senjata Gaza Setahun, Krisis Kemanusiaan Terus Memburuk
Sekretaris Jenderal GAFP, Anas Altikriti, menyatakan bahwa tiga tahun genosida di Gaza sebagai pengingat atas penderitaan berkepanjangan rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil dunia menolak membiarkan genosida dianggap sebagai keadaan normal.
Aksi akan berlangsung di berbagai kota, termasuk London, Sydney, Berlin, Brussel, Praha, Athena, Kuala Lumpur, São Paulo, Mexico City, dan Johannesburg. Bentuk aksi mencakup demonstrasi di ruang publik, pengepungan gedung pemerintahan, serta blokade perusahaan yang terkait dengan rantai pasokan militer.
Di Athena dan Modena, Italia, aksi rencananya juga akan berlangsung selama beberapa hari. Aksi tersebut berbentuk kegiatan budaya, diskusi publik, dan proyeksi visual pada gedung pemerintahan serta perusahaan.
Melalui mobilisasi ini, GAFP dan organisasi peserta menuntut penghentian segera genosida dan pengepungan Gaza, pertanggungjawaban atas kejahatan perang, serta pembebasan Palestina dari penjajahan.
Sumber: MEMO







