Pasukan Israel menghancurkan monumen untuk mengenang para syuhada Palestina dalam serangan di Nablus, Tepi Barat yang diduduki, pada Rabu (7/10). Pasukan juga memberlakukan jam malam, menahan sejumlah warga, dan mengubah sebuah sekolah menjadi pusat interogasi lapangan.
Menurut sumber lokal yang dikutip Anadolu Agency, pasukan Israel memasuki Nablus dari beberapa arah dengan kendaraan militer dan buldoser. Mereka kemudian menyebar ke sejumlah lingkungan kota.
Buldoser militer menghancurkan monumen syuhada di kawasan Al-Dawar dan Ras al-Ain. Pasukan Israel juga menahan sejumlah warga, termasuk jurnalis Amir Istiyeh.
Baca juga: Gencatan Senjata Gaza Setahun, Krisis Kemanusiaan Terus Memburuk
Selain itu, pasukan mengalihfungsikan Sekolah Karman di Jalan Kashika menjadi pusat interogasi. Warga Palestina pasukan Israel tahan dan periksa di lokasi tersebut. Sejumlah tahanan juga mengalami pemukulan.
Pada hari yang sama, pemukim Israel menyerang rumah-rumah warga Palestina di Desa Deir Nizam, barat laut Ramallah. Serangan tersebut merusak properti, membakar sebuah kendaraan, dan meninggalkan slogan rasis berbahasa Ibrani di dinding beberapa rumah.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur.
Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina, pemukim Israel telah melakukan lebih dari 14.742 serangan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, sejak Oktober 2023. Serangan tersebut membunuh 66 warga Palestina.
Sumber: MEMO








