Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengecam perluasan permukiman ilegal Israel dalam pertemuan bilateral di Jakarta pada Minggu (11/10). Keduanya menyoroti pelanggaran hukum internasional dan operasi militer yang menimbulkan korban sipil.
Menurut kantor berita Antara, Prabowo menegaskan penolakan terhadap pembangunan permukiman Israel yang memperburuk situasi. Ia juga menyerukan deeskalasi segera dan memperingatkan bahwa ketegangan berkepanjangan mengancam stabilitas global.
Baca juga: A Generation Under Attack: 21.745 Anak Gaza Terbunuh Sejak 2023
Ben-Gvir Serukan Aneksasi Seluruh Tepi Barat dan Bubarkan Otoritas Palestina
Prabowo berkomitmen melanjutkan bantuan kemanusiaan dan dukungan diplomatik bagi rakyat Palestina. Sementara itu, el-Sisi menyerukan pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan Juni 1967, dengan Al-Quds bagian timur sebagai ibu kotanya. Ia menyebut langkah tersebut sebagai jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Selain membahas Palestina, kedua negara sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis. Mereka juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman yang mencakup rencana aksi kemitraan strategis, pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas tertentu, statistik, serta urusan maritim dan perikanan.
Kunjungan ke Indonesia menjadi pemberhentian terakhir el-Sisi dalam lawatan Asia, setelah sebelumnya mengunjungi Korea Selatan dan Malaysia. Ia dijadwalkan kembali ke Mesir setelah menyelesaikan kunjungannya.
Sumber: MEMO








