fbpx

Trik Menghafal Alquran

Alquran merupakan firman Allah subḥānahu wataʿālā yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Adalah sebuah pedoman dan petunjuk umat Islam dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat.

Menghafalkan Alquran merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim. Namun, bagaimana cara melakukannya? Berikut adalah trik mengahafal Alquran dari Syeikh Rezek yang bisa diaplikasikan.

  1. Sedari dini, sibukkan si kecil dengan Alquran. Hal ini juga dilakukan oleh ulama salaf yang banyak menghafal Alquran sejak kecil. Bagaimana dengan kita yang sudah dewasa? Apakah masih mungkin untuk bisa menghafal Alquran? Jawabannya, insyaallah bisa. Di Gaza, ada orang tua di berusia 70 tahun, kemudian ia menghafal Alquran 30 juz dalam waktu 4 tahun.
  2. Niatnya ikhlas karena Allah subḥānahu wataʿālā.
  3. Memiliki teman yang bisa menyemangati diri untuk hafal Alquran. Ketika rasa malas dan bosan sedang melanda, kehadiran teman seperti ini akan sangat membantu kita untuk semangat menghafal lagi.
  4. Waktu terbaik untuk menghafal Alquran adalah setelah salat Subuh dan setelah Ashar. Adapun waktu terbaik dalam murojaah adalah sebelum Subuh (qiyamullail) dan sebelum Isya.
  5. Seorang penghafal Alquran harus menjauhi maksiat dan dosa.
  6. Memiliki kesabaran penuh dan semangat yang panjang. Hal ini diperlukan karena setelah kita berhadil menghafal, kita juga harus rajin melakukan murojaah terus menerus untuk menjaga hafalan. Sementara bagi yang telah hafal 30 juz, lakukan murojaah minimal 3 juz setiap hari ketika qiyamullail.

Bagaimana cara para hafidz di Gaza menghafal Alquran?

  1. Lembaga tahfizh di Gaza dimulai dari usia 4 tahun. Hafalan dimulai dari surat pendek, yaitu juz amma.
  2. Kegiatan menghafal Alquran diadakan di masjid karena suasana ruhiyah (kondisi spiritual atau kedekatan kita kepada Allah subḥānahu wataʿālā) sanagat terasa. Para penghafal mengambil Alquran dan melantunkannya dengan merdu.
  3.  Kegiatan ini diadakan setiap hari antara waktu Ashar dengan Maghrib atau waktu Maghrib dengan Isya. Terdapat pembimbing yang mencatat hafalan para penghafal yang kemudian perkembangannya dilaporkan kepada orang tua setiap hari.
  4. Di awal, ujian hafalan dilakukan setiap 1/4 juz. Kemudian dilakukan kembali setelah 1/2 juz, lalu 3/4 juz, dan 1 juz. Bagi penghafal yang sudah hafal 2 juz, maka akan diuji 2 juz dan begitu seterusnya.
  5. Memuliakan mereka dengan syahadah dan hadiah yang diinfakkan dari para donatur.
  6. Lembaga tahfizh selalu menjaga hubungan dengan para orang tua peserta tahfizh. Mereka kerap memberikan info-info perkembangan hafalan sehingga semangat lembaga untuk mendidik para penghafal Alquran juga menjadi penyemangat bagi orang tua dalam mendidik anaknya untuk hafal Alquran.
  7. Selain mengajarkan Alquran, lembaga tahfizh di Gaza juga mengajarkan ilmu-ilmu agama, seperti sirih, ibadah dan akhlaq.

Meski hidup dalam penjajahan, Palestina tidak pernah kehabisan para penghafal Alquran dan muhafidz. Alquran menjadi kekuatan rakyat Palestina menghadapi kondisi sulit akibat blokade dan penjajahan Israel. Ini juga membangun optimisme dalam diri mereka untuk terus memiliki harapan-harapan positif. Semoga kita, yang lebih banyak memiliki kebebasan, senantiasa menghafalkan Alquran dengan semangat yang juga membara seperti para penghafal Alquran di Gaza.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di FacebookTwitterYouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar Program Bantuan Adara untuk Palestina.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas