• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Terungkap! Rencana Israel untuk mencaplok Tepi Barat, Palestina

by Adara Relief International
Juni 28, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Terungkap! Rencana Israel untuk mencaplok Tepi Barat, Palestina
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Aneksasi bertahap Israel atas Tepi Barat kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir setelah bocornya rekaman dari Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich. Ia mengungkapkan rencana untuk memaksakan kontrol permanen Israel atas Tepi Barat “tanpa mencaploknya secara resmi,” sebagaimana diucapkan oleh Smotrich.

Pernyataan Smotrich ini dicatat oleh LSM Israel, Peace Now, dan dipublikasikan oleh CNN serta New York Times. Dalam pidatonya kepada para pemimpin pemukim pada awal Juni, Smotrich mengatakan bahwa Ia telah menyusun rencana selama satu setengah tahun terakhir dan memaparkannya di hadapan Perdana Menteri Israel, Netanyahu, yang sepenuhnya mendukung rencana tersebut.

Rencana ini berpusat pada pengalihan kewenangan administratif di Tepi Barat dari tentara Israel ke otoritas sipil pemerintah Israel. Smotrich menjelaskan bahwa Ia mengawasi pembentukan badan administratif yang terkait langsung dengan pemerintah dan bahwa anggota badan ini sudah tertanam dalam Administrasi Sipil tentara Israel.

Sejak 1967, Israel mengelola Tepi Barat dan Gaza di bawah badan administratif militer. Pada 1981, didirikan badan administrasi sipil sebagai pengelola Tepi Barat. Menyusul pembentukan pemerintahan sayap kanan dalam sejarah Israel oleh Netanyahu pada 2022, Smotrich ditugaskan untuk memimpin Administrasi Sipil. Sejak 7 Oktober, strategi garis keras Smotrich yang mendorong perluasan permukiman mencapai puncaknya. Bocornya rencana aneksasi ini telah meningkatkan kekhawatiran mengenai niat Israel terhadap warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat.

Menurut Smotrich, perubahan administratif yang ingin Ia terapkan merupakan sebuah “perubahan dramatis” yang setara dengan “mengubah sistem DNA”

Baca Juga

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza

8.000 Jenazah di Gaza Masih Tertimbun Reruntuhan

Smotrich mengatakan bahwa anggaran besar dialokasikan untuk proyek-proyek infrastruktur guna perluasan permukiman dan mencanangkan langkah-langkah keamanan bagi permukiman tersebut. Ia juga menambahkan bahwa tujuan dari rencana itu adalah untuk menghindari Tepi Barat menjadi bagian dari negara Palestina.

Kebocoran ini terjadi pada saat Tepi Barat mengalami peningkatan dramatis dalam kekerasan pemukim terhadap desa-desa Palestina sejak 7 Oktober. Pemukim kolonial melancarkan serangkaian serangan terhadap komunitas pedesaan Palestina, mengusir setidaknya 20 komunitas di Lembah Yordan, daerah Mu’arrajat, dan di Masafer Yatta di Perbukitan Hebron Selatan. Sekutu Smotrich sekaligus Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara pribadi mengawasi distribusi senjata api kepada para pemukim, yang digunakan untuk terus menyerang desa-desa dan jalan-jalan Palestina di Tepi Barat.

“Rencana Smotrich merupakan deskripsi dari apa yang sudah terjadi di lapangan,” kata Khalil Tafakji, seorang pengamat Palestina mengenai permukiman Israel dan mantan Direktur Unit Peta di Orient House, Yerusalem, kepada Mondoweiss.

“Inilah yang telah kami gambarkan dan peringatkan selama bertahun-tahun; aneksasi de facto Tepi Barat secara bertahap, yang disertai dengan kekerasan yang dilakukan pemukim untuk membersihkan Area C dari warga Palestina secara etnis,” jelasnya.

Area C meliputi wilayah Tepi Barat tempat warga Palestina tidak diperbolehkan memiliki kedaulatan atau otoritas apa pun berdasarkan Perjanjian Oslo. Area ini mencakup 61% wilayah Tepi Barat dan meliputi perbatasan wilayah tersebut, Lembah Yordan, dan ruang antara kota-kota Palestina.

“Namun, rencana tersebut sebenarnya merupakan perubahan besar terhadap cara Tepi Barat ditangani dalam sistem Israel,” kata Tafakji. “Karena wilayah tersebut akan berada di bawah kendali sipil pemerintah Israel, yang akan memfasilitasi pembangunan dan perluasan permukiman sedemikian rupa sehingga Area C akan menjadi perpanjangan langsung dari Israel.”

Tahap selanjutnya, lanjut Tafakji, “Akan mengambil kewenangan pembangunan dan urbanisasi di Area B dari Otoritas Palestina, pada saat yang sama tekanan meningkat terhadap warga Palestina untuk memaksa mereka pergi,” jelasnya.

Area B mencakup wilayah perkotaan di luar pusat kota utama, tempat warga Palestina dapat menjalankan otoritas sipil terbatas tanpa kendali keamanan, yang dipegang oleh tentara Israel.

“Saat ini, di Area B, warga Palestina harus meminta izin pembangunan dari pemerintah kota setempat, yang dapat memberikannya dalam rencana tata kota mereka,” jelas Tafakji. “Ini tidak akan berubah, tetapi rencana tata kota tidak akan lagi ditentukan oleh pemerintah kota dan departemen perencanaan Otoritas Palestina, melainkan oleh pemerintah Israel sendiri, yang mengubah kota-kota Palestina menjadi kawasan lindung yang sebenarnya dikendalikan oleh Israel.”

“Ini bukan pengungkapan besar mengenai niat atau strategi Israel di Tepi Barat, tetapi ini menunjukkan bagaimana Israel melakukannya dan berencana untuk melakukannya di masa mendatang,” jelas Tafakji.

Sumber: https://mondoweiss.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Update Hari ke-265: Israel Menyerang Gaza selama 24 Jam

Next Post

Satu dari Lima Orang di Gaza Hidup Sepanjang Hari Tanpa Makanan 

Adara Relief International

Related Posts

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza

by Adara Relief International
Mei 4, 2026
0
11

Israel membebaskan sebagian besar aktivis yang mereka tahan setelah mencegat misi bantuan Global Sumud Flotilla, namun masih menahan dua orang...

Read moreDetails
8.000 Jenazah di Gaza Masih Tertimbun Reruntuhan

8.000 Jenazah di Gaza Masih Tertimbun Reruntuhan

Mei 4, 2026
12
Usulan Pengelolaan Gaza Ditolak AS-Israel

Usulan Pengelolaan Gaza Ditolak AS-Israel

Mei 4, 2026
12
Kantor Media Gaza Catat 377 Pelanggaran Gencatan Senjata

Kantor Media Gaza Catat 377 Pelanggaran Gencatan Senjata

Mei 4, 2026
11
Pendudukan Israel di Gaza Capai 59 Persen

Pendudukan Israel di Gaza Capai 59 Persen

Mei 4, 2026
14
Pekerja Gaza Tuntut Hak Kerja dan Pangan

Pekerja Gaza Tuntut Hak Kerja dan Pangan

Mei 4, 2026
11
Next Post
Warga Palestina di Jalur Gaza Utara Tidak Dapat Menemukan Makanan untuk Dimakan

Satu dari Lima Orang di Gaza Hidup Sepanjang Hari Tanpa Makanan 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630