• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Terjadi Lonjakan Penolakan Wajib Militer yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Tengah Agresi Gaza

by Adara Relief International
Mei 30, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Terjadi Lonjakan Penolakan Wajib Militer yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Tengah Agresi Gaza
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah gerakan sayap kiri Israel pada Rabu (29/5) melaporkan peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jumlah warga Israel yang menolak untuk bertugas di militer di tengah agresi yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, Anadolu Agency melaporkan.

Selama ini, militer Israel menjatuhkan hukuman penjara bagi mereka yang menolak wajib militer.

Grup Yesh Gvul membagikan pernyataan di X (Twitter) yang menampilkan kesaksian Sophia Or, salah satu warga Israel yang menolak wajib militer.

Baca Juga

Israel Incar Situs Warisan Tepi Barat

Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

“Saya siap untuk terus menanggung konsekuensinya dan dipenjarakan jika hal tersebut dapat mencegah terjadinya dehumanisasi secara diam-diam,” kata Or yang pernah menjalani hukuman penjara karena menolak wajib militer.

“Ada perbedaan besar antara tentara yang menjalankan misi yang dibenarkan dan tentara (militer Israel) yang seluruh aktivitasnya penuh dengan ketidakadilan,” tambahnya.

Didirikan pada tahun 1982, Yesh Gvul adalah gerakan politik yang mendukung penolakan atas wajib militer.

Menurut situs berita Israel, Zman Yisrael, gerakan tersebut melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah warga sayap kiri Israel yang menolak mendaftar wajib militer sebagai protes atas kebijakan pemerintah terhadap warga Palestina.

Yishai Menuchin, juru bicara kelompok tersebut, mengatakan mereka membantu sekitar 40 tentara yang menolak untuk mendaftar di cadangan. Secara keseluruhan, Yesh Gvul menerima sekitar 100 permintaan bantuan dari individu yang menolak dinas militer.

Kelompok sayap kiri lainnya, Mesarvot, mencatat peningkatan tajam dalam jumlah tentara cadangan yang mencari bantuan, Zman Yisrael melaporkan.

David Zonshein, pendiri gerakan lainnya juga mengatakan bahwa ia menerima permintaan bantuan dari puluhan penolak selama perang Gaza saat ini, terutama dalam beberapa bulan terakhir, dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Situs web tersebut mencatat bahwa peningkatan penolakan ini disebabkan oleh kompleksitas perang, kejahatan perang, meningkatnya protes terhadap perilaku pemerintah, dan penolakan yang disebabkan oleh ideologi dan kelelahan.

“Pada akhir April, sekitar 30 tentara cadangan dari Brigade Pasukan Terjun Payung, yang dipanggil untuk bertugas di Rafah, mengumumkan penolakan mereka untuk bertugas,” tambahnya.

Belum ada komentar dari tentara Israel mengenai laporan tersebut.

Sumber: https://www.#/20240529-unprecedented-surge-in-conscription-refusals-amid-gaza-war-israeli-group/

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Menkeu Israel: Pejuang Palestina di Tepi Barat Harus dilawan seperti di Gaza

Next Post

Anak-anak Gaza yang Terluka Tidak Mendapatkan Pengobatan karena Perbatasan Rafah Ditutup

Adara Relief International

Related Posts

Israel Incar Situs Warisan Tepi Barat
Berita Kemanusiaan

Israel Incar Situs Warisan Tepi Barat

by Adara Relief International
Mei 13, 2026
0
13

Parlemen Israel menyetujui pembacaan pertama rancangan undang-undang (RUU) yang menargetkan situs warisan di Tepi Barat. RUU itu akan menempatkan situs...

Read moreDetails
Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

Mei 13, 2026
13
15,5 Juta Warga Palestina Tersebar Di Seluruh Dunia

15,5 Juta Warga Palestina Tersebar Di Seluruh Dunia

Mei 13, 2026
14
Cedera Permanen Hantui Warga Gaza

Cedera Permanen Hantui Warga Gaza

Mei 13, 2026
16
Krisis Oksigen Ancam Gaza

Krisis Oksigen Ancam Gaza

Mei 13, 2026
14
Pelanggaran Gencatan Senjata Israel Terus Berlanjut

Pelanggaran Gencatan Senjata Israel Terus Berlanjut

Mei 12, 2026
27
Next Post
Anak-anak Gaza yang Terluka Tidak Mendapatkan Pengobatan karena Perbatasan Rafah Ditutup

Anak-anak Gaza yang Terluka Tidak Mendapatkan Pengobatan karena Perbatasan Rafah Ditutup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630