Penculikan peneliti Gaza kembali terjadi di perbatasan Kerem Abu Salem. Pasukan Israel menculik Dr. Mahmoud an-Najjar saat ia melintasi perbatasan menuju Italia. Ia sedang dalam perjalanan untuk melanjutkan studi kedokteran di Universitas Tor Vergata.
Penculikan ini terjadi tanpa penjelasan resmi kepada keluarga. Oleh karena itu, keluarga tidak mengetahui lokasi atau kondisi terkini Dr. Najjar. Ia diculik meskipun telah mengantongi izin perjalanan setelah berbulan-bulan mengurus izin untuk meninggalkan Gaza.
Baca juga : “The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
“71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
Dr. Najjar kehilangan istri dan empat anak akibat serangan udara Israel pada 2024. Meski begitu, ia tetap melanjutkan penelitian ilmiah, bahkan berhasil menerbitkan tiga studi ilmiah sebelum penahanannya terjadi.
Kasus ini menarik perhatian komunitas akademik internasional. Dr. Najjar adalah peneliti Gaza yang seharusnya melanjutkan studi medis di Italia untuk kemudian kembali ke Gaza. Namun, rencana tersebut harus terhenti secara tiba-tiba akibat penculikan oleh Israel.
Sumber: Palinfo








