Sedikitnya enam warga Palestina terbunuh dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan sebuah kantor polisi di kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah, pada Sabtu dini hari. Serangan ini menambah daftar pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza.
Menurut laporan media Palestina, jet tempur Israel menghantam fasilitas kepolisian di dalam kamp, menyebabkan enam korban jiwa dan luka-luka. Hingga kini, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah laporan berkelanjutan mengenai pelanggaran gencatan senjata sejak mulai berlaku pada Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza menyebut bahwa dalam 24 jam terakhir, dua jenazah, termasuk satu korban baru dan satu yang dievakuasi dari reruntuhan. Delapan korban luka juga telah dibawa ke rumah sakit di berbagai wilayah Gaza.
Baca juga : “Tiga Warga Palestina Terbunuh, Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut“
Secara keseluruhan, jumlah korban terbunuh sejak awal agresi pada Oktober 2023 telah mencapai 72.329 orang, dengan lebih dari 172.000 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, sejak gencatan senjata berlaku, sedikitnya 750 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 2.000 lainnya terluka akibat serangan lanjutan.
Data juga menunjukkan keberhasilan evakuasi sekitar 760 jenazah dari bawah puing-puing bangunan yang hancur. Angka ini mencerminkan skala kehancuran yang belum sepenuhnya terungkap.
Perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini menyebabkan kerusakan luas terhadap infrastruktur sipil di Gaza, dengan sekitar 90 persen fasilitas terdampak. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.
Meski telah ada kesepakatan gencatan senjata, situasi di lapangan menunjukkan bahwa kekerasan masih terus terjadi. Kondisi ini memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah yang telah lama berada di bawah blokade tersebut.
Sumber: MEMO








