Pemerintah Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan bahwa pemerintah Israel pekan depan akan menyetujui sebuah proyek pembangunan pusat warisan Yahudi. Proyek tersebut akan mereka bangun di lokasi bekas Bandara Internasional Al-Quds di Qalandia, utara Al-Quds.
Menurut Channel 7 Israel, proyek yang Menteri Warisan Israel Amichai Eliyahu ajukan itu akan Israel bahas dalam rapat pemerintah mendatang. Pusat warisan tersebut rencananya akan Israel bangun di aula penerimaan bersejarah bandara yang berdiri pada masa Mandat Inggris.
Pemerintah Al-Quds (Yerusalem) menyatakan proyek ini bertujuan mengubah lokasi tersebut menjadi pusat wisata, pendidikan, dan warisan yang mendukung narasi Israel atas Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Bangunan lama bandara, termasuk terminal penumpang bersejarah, akan Israel rehabilitasi. Tahap perencanaan proyek menelan biaya sekitar 3 juta shekel yang mereka ambil dari anggaran Kementerian Warisan Israel tahun 2026.
Sebelum pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur pada 1967, Bandara Internasional Al-Quds merupakan satu-satunya bandara di wilayah Palestina. Setelah pendudukan, Israel mengambil alih bandara tersebut, mengubahnya menjadi bandara domestik terbatas, lalu menutup sepenuhnya pada tahun 2000. Bandara itu berdiri pada 1920, mulai otoritas Inggris gunakan pada 1924, dan resmi melayani penerbangan reguler pada 1936.
Di sisi lain, pemerintah Israel juga berencana mendirikan dua permukiman baru di Tepi Barat utara, yakni Bezek dan Tamun. Menurut laporan Ynet, kedua permukiman akan mereka bangun di dataran tinggi yang menghadap Lembah Yordan sebagai bagian dari percepatan proyek permukiman Israel.
Langkah ini menjadi implementasi awal keputusan kabinet Israel pada Desember lalu untuk memperluas permukiman di wilayah pendudukan. Keluarga pemukim pertama kemungkinan mulai pindah ke lokasi tersebut pada musim panas tahun ini.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)