Ratusan pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) pada Kamis (7/05) pagi di bawah pengawalan polisi Israel. Aksi tersebut berlangsung di bawah pimpinan rabi ekstremis sekaligus mantan anggota Knesset, Yehuda Glick. Ia terkenal karena seruannya untuk memperluas kehadiran pemukim Yahudi di kawasan suci Al-Aqsa.
Menurut Pemerintah Al-Quds dan sumber lokal, sekitar 370 pemukim memasuki kompleks melalui Gerbang Al-Maghariba secara berkelompok. Pegawai Wakaf Islam melaporkan bahwa Glick dan sejumlah pemukim melakukan ritual serta ritual talmudik di halaman Masjid.
Baca juga : “Syekh Sabri Peringatkan Eskalasi Berbahaya di Al-Aqsa”
Pada saat yang sama, otoritas Israel juga menggelar upacara kelulusan bagi 100 tentara Israel di area Tembok Al-Buraq yang berada dalam kompleks Al-Aqsa. Rekaman yang beredar menunjukkan bendera Israel mereka kibarkan selama acara berlangsung.
Polisi Israel turut memberlakukan pembatasan ketat terhadap jemaah muslim di pintu-pintu masuk Masjid Al-Aqsa, termasuk pemeriksaan dan pembatasan pergerakan.
Palestina menilai serbuan berulang tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesucian Al-Aqsa. Tindakan tersebut merupakan bagian dari proyek sistematis yahudisasi Al-Quds untuk mengubah status historis dan identitas Arab-Islam kota itu. Otoritas Palestina dan lembaga Islam memperingatkan bahwa tindakan yang mereka lakukan di bawah perlindungan pasukan Israel dapat memicu eskalasi lebih luas dan mengancam stabilitas kawasan.
Di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), pemukim Israel juga menyerang dua gadis Palestina di bawah pengawasan polisi Israel tanpa adanya intervensi.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)