• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, Desember 17, 2025
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Polisi Israel Menyerbu 2 Toko Buku di Al-Quds dan Menangkap Pemiliknya

by Adara Relief International
Februari 11, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Polisi Israel Menyerbu 2 Toko Buku di Al-Quds dan Menangkap Pemiliknya

Mahmoud dan Ahmad Muna ditahan polisi, 10 Februari 2025. [MEMO]

50
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada Senin lalu, polisi Israel menggerebek dua toko buku milik warga Palestina di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki dan menangkap pemiliknya dengan tuduhan “mengganggu ketertiban umum.”

Baca Juga

Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Lampaui 1.000 Orang, Status Darurat Diperpanjang dan PBB Terlibat

Israel Intensifkan Gelombang Serbuan Pemukim Israel ke Al-Aqsa Selama Hanukkah

Menurut laporan Haaretz, polisi menyita beberapa buku dari toko tersebut dan menahan pemiliknya dengan dugaan bahwa “buku-buku yang dijual di sana mengandung hasutan.” Awalnya, tuduhan yang dikenakan adalah “menghasut dan mendukung terorisme,” tetapi kemudian diubah menjadi “mengganggu ketertiban umum.”

Pemilik toko buku yang ditangkap adalah Mahmoud Muna dan keponakannya, Ahmad Muna, pemilik Educational Bookshop di Al-Quds. Menurut saksi mata, keduanya ditangkap sekitar pukul 3 sore oleh polisi Israel yang menyamar. Mereka diborgol dan dibawa pergi sementara toko mereka digeledah secara brutal. Banyak publikasi, termasuk buku-buku yang menampilkan bendera Palestina, disita.

“Mereka menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan buku-buku, dan mereka menyita segala hal yang tidak mereka sukai,” ujar Murad Muna, saudara Mahmoud. “Bahkan sebuah koran Haaretz dengan gambar tawanan mereka anggap sebagai hasutan.”

Pengacara yang mewakili Mahmoud dan Ahmad, Nasser Odeh, menegaskan bahwa perubahan tuduhan ini mencerminkan kurangnya bukti terhadap tuduhan awal. “Untuk membuka penyelidikan atas dugaan hasutan, polisi memerlukan persetujuan dari kejaksaan publik. Tampaknya mereka menyadari bahwa tidak ada peluang untuk mendapatkan persetujuan tersebut, sehingga mereka mengubah dakwaan menjadi ‘mengganggu ketertiban umum.’ Saya belum pernah menemui kasus seseorang ditahan semalam hanya karena dugaan pelanggaran ini,” jelasnya.

Meskipun tidak ada bukti kuat, Mahmoud dan Ahmad tetap ditahan semalaman dan dihadapkan ke pengadilan untuk memperpanjang masa penahanan mereka. Menurut pernyataan dari penerbit Saqi Books, setelah sidang pagi berikutnya, penahanan mereka diperpanjang selama 24 jam, kemudian mereka akan dikenakan hukuman tawanan rumah selama tujuh hari.

Educational Bookshop sendiri merupakan toko buku yang didirikan pada 1984 oleh ayah Mahmoud, Ahmad Muna. Toko ini dikenal karena menjual buku dalam bahasa Arab dan Inggris tentang masalah Israel-Palestina serta sejarah Al-Quds (Yerusalem). Semua buku yang dijual di toko ini diimpor ke Israel melalui pelabuhan Ashdod dan telah melalui pemeriksaan oleh otoritas Israel.

Penangkapan Mahmoud dan Ahmad Muna menjadi pengingat nyata tentang upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berbicara dan membatasi akses terhadap informasi yang menantang pendudukan Israel atas Palestina. Dalam pernyataan resminya, Saqi Books menegaskan, “Kebebasan berekspresi adalah pilar utama masyarakat yang adil. Tidak ada keamanan sejati tanpa kebebasan membaca, dan tidak ada kebebasan membaca tanpa penjual buku yang dapat bekerja dengan aman dan bebas.”

Lynn Gaspard, penerbit Saqi Books, menambahkan, “Ini adalah momen suram bagi budaya dan kebebasan ketika orang bisa ditangkap hanya karena menjual buku, sementara isi buku mereka disaring dan disita. Paralelisme sejarahnya jelas dan mengerikan.”

Sementara itu, ketegangan di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat. Sejak agresi Gaza terjadi pada 7 Oktober 2023, lebih dari 910 warga Palestina di Tepi Barat telah terbunuh dan hampir 7.000 lainnya terluka akibat serangan tentara Israel dan pemukim ilegal, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Kasus ini mencerminkan ketatnya kontrol Israel terhadap narasi dan informasi yang beredar di Palestina, serta semakin sempitnya ruang bagi kebebasan berekspresi di bawah pendudukan.

Sumber: 

https://www.#

https://www.aa.com.tr

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Freedom from Graveyards for The Living: Momen Pembebasan Tawanan Palestina dari Kekejaman Penjara Israel

Next Post

Smotrich, Menteri Israel Keluarkan Ancaman terhadap Warga Palestina di Tepi Barat akan Bernasib seperti di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Lampaui 1.000 Orang, Status Darurat Diperpanjang dan PBB Terlibat
Berita Kemanusiaan

Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Lampaui 1.000 Orang, Status Darurat Diperpanjang dan PBB Terlibat

by Adara Relief International
Desember 16, 2025
0
16

Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 telah...

Read moreDetails
Israel Intensifkan Gelombang Serbuan Pemukim Israel ke Al-Aqsa Selama Hanukkah

Israel Intensifkan Gelombang Serbuan Pemukim Israel ke Al-Aqsa Selama Hanukkah

Desember 16, 2025
16
Penasihat Presiden Palestina: Pendudukan Israel Memicu Siklus Kekerasan Global

Penasihat Presiden Palestina: Pendudukan Israel Memicu Siklus Kekerasan Global

Desember 16, 2025
18
Kontraktor yang Terhubung dengan Trump Berlomba Raup Keuntungan dari Rekonstruksi dan Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Kontraktor yang Terhubung dengan Trump Berlomba Raup Keuntungan dari Rekonstruksi dan Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Desember 16, 2025
13
Israel Berencana Membangun Permukiman Besar-besaran di Al-Quds dan Tembok ‘Garis Merah’ di Lembah Yordania

Israel Berencana Membangun Permukiman Besar-besaran di Al-Quds dan Tembok ‘Garis Merah’ di Lembah Yordania

Desember 16, 2025
12
Evakuasi Jenazah Terus Berlangsung, Ribuan Korban Genosida Masih Tertimbun

Evakuasi Jenazah Terus Berlangsung, Ribuan Korban Genosida Masih Tertimbun

Desember 16, 2025
15
Next Post
Smotrich, Menteri Israel Keluarkan Ancaman terhadap Warga Palestina di Tepi Barat akan Bernasib seperti di Gaza

Smotrich, Menteri Israel Keluarkan Ancaman terhadap Warga Palestina di Tepi Barat akan Bernasib seperti di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meneladani Sikap Tolong Menolong Pada Masa Rasulullah Saw dan Para Sahabat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630