Menteri Permukiman Israel, Orit Strock, kembali menyerukan pembangunan permukiman Yahudi di Jalur Gaza. Menurutnya, permukiman di Gaza harus Israel bangun kembali karena wilayah itu merupakan bagian dari “Tanah Israel”. Ia juga mengklaim permukiman tersebut sesuai dengan hukum agama Yahudi maupun hukum internasional.
Namun, hukum internasional menyatakan Gaza merupakan bagian dari wilayah Palestina yang diduduki. Selain itu, pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan tidak memiliki dasar hukum. Berbagai resolusi PBB juga menyebut permukiman tersebut melanggar hukum internasional.
Pernyataan Strock muncul sehari setelah sejumlah menteri Israel mengikuti pawai menuju perbatasan Gaza. Ribuan pemukim ikut menghadiri aksi itu untuk mendukung pembangunan permukiman ilegal di Jalur Gaza.
Baca juga: “Pemukim Israel Bakar Masjid dan Rumah Warga di Tepi Barat, Pasukan Militer Larang Azan Subuh”
Pawai tersebut Israel gelar untuk memperingati 21 tahun evakuasi blok permukiman Gush Katif di Gaza. Israel membongkar kawasan itu pada Agustus 2005 melalui rencana pelepasan sepihak yang dipimpin Perdana Menteri saat itu, Ariel Sharon.
Sejumlah tokoh sayap kanan Israel turut hadir dalam aksi tersebut. Di antaranya Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, serta anggota Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu. Penyelenggara menyebut 28 menteri dan anggota parlemen dari koalisi pemerintah menghadiri kegiatan itu.
Sementara itu, Ben-Gvir mengunggah video bertajuk “Our Gaza” di media sosial X. Ia mengeklaim Israel telah menguasai sekitar 70 persen wilayah Gaza. Oleh karena itu, ia kembali menyerukan pembangunan permukiman Yahudi di seluruh Gaza sekaligus mendorong migrasi penduduk.
Seruan itu memperkuat desakan kelompok sayap kanan Israel untuk membangun kembali permukiman di Gaza di tengah agresi yang terus berlangsung sejak Oktober 2023.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)