• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, April 24, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Lima Karyawan Microsoft Dikeluarkan dari Rapat karena Memprotes Kontrak dengan Militer Israel

by Adara Relief International
Februari 26, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Lima Karyawan Microsoft Dikeluarkan dari Rapat karena Memprotes Kontrak dengan Militer Israel

Para pekerja telah menyuarakan kekhawatiran di dalam perusahaan selama berbulan-bulan tentang Microsoft yang menyediakan layanan kepada militer Israel melalui platform komputasi awan Azure [Getty Images]

30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Lima karyawan Microsoft dikeluarkan dari sebuah pertemuan dengan CEO perusahaan setelah melakukan protes terhadap kontrak yang menyediakan layanan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud) bagi militer Israel.

Protes yang terjadi pada Senin (23/02) lalu ini muncul setelah investigasi yang dilakukan oleh Associated Press mengungkap bahwa model AI canggih dari Microsoft dan OpenAI telah digunakan oleh militer Israel untuk memilih target pengeboman dalam agresi di Gaza dan Lebanon. Laporan tersebut juga memuat detail tentang serangan udara Israel yang salah sasaran pada 2023, yang menghantam kendaraan yang membawa anggota sebuah keluarga Lebanon, membunuh tiga anak perempuan dan nenek mereka.

CEO Microsoft, Satya Nadella, sedang mempresentasikan produk baru dalam pertemuan internal di kantor pusat perusahaan di Redmond, Washington, ketika sekelompok karyawan yang berdiri sekitar lima meter dari tempatnya berbicara membuka kaus mereka. Ketika berdiri berdampingan, tulisan di kaus mereka membentuk pertanyaan: “Apakah Kode Kami Membunuh Anak-Anak, Satya?”

Foto dan rekaman video dari insiden tersebut, yang disiarkan langsung ke seluruh perusahaan, menunjukkan bahwa Nadella tetap melanjutkan pidatonya tanpa menanggapi protes tersebut. Dua pria dengan cepat menghampiri para karyawan, menepuk bahu mereka, dan mengeluarkan mereka dari ruangan.

Microsoft tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Associated Press pada Selasa mengenai insiden protes tersebut atau kemungkinan sanksi terhadap karyawan yang terlibat. Sebelumnya, Microsoft juga menolak berkomentar terkait laporan AP pada 18 Februari mengenai kontraknya dengan militer Israel.

Pada Oktober tahun lalu, Microsoft memecat dua karyawan yang membantu menyelenggarakan acara doa siang untuk pengungsi Palestina di kantor pusat perusahaan. Saat itu, Microsoft menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja dilakukan sesuai kebijakan internal, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sejumlah karyawan telah menyuarakan keprihatinan mereka selama berbulan-bulan mengenai keterlibatan Microsoft dalam penyediaan layanan untuk militer Israel melalui platform komputasi awan Azure. Beberapa karyawan juga menyatakan dukungan terhadap Israel dan mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Palestina di dalam perusahaan membuat mereka merasa tidak aman.

Investigasi AP mengungkapkan bahwa penggunaan model AI oleh militer Israel melalui Azure meningkat hampir 200 kali lipat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Laporan AP tersebut menjadi perbincangan di kalangan karyawan Microsoft, baik di media sosial maupun dalam sistem internal perusahaan. Dalam sebuah forum komunitas yang diperuntukkan bagi karyawan yang hendak menyampaikan kekhawatiran kepada manajemen senior, seorang karyawan membagikan tautan laporan AP, sementara belasan karyawan lainnya mempertanyakan apakah perusahaan telah melanggar prinsip-prinsipnya sendiri terkait hak asasi manusia dan penggunaan AI untuk tujuan yang merugikan manusia.

Abdo Mohamed, seorang peneliti dan ilmuwan data yang dipecat oleh Microsoft akibat protes pada Oktober lalu, mengatakan bahwa perusahaan lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan komitmennya terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga

Ratusan Pemukim Masuk Al-Aqsa, Ketegangan di Al-Quds Meningkat

Sistem Kesehatan Runtuh, Gaza Kekurangan Alat dan Obat

“Tuntutan kami jelas,” kata Mohamed, yang kini tergabung dalam kelompok pekerja Microsoft bernama No Azure for Apartheid. “Satya Nadella dan para eksekutif Microsoft harus menjawab karyawan mereka dengan menghentikan kontrak dengan militer Israel.”

Agresi Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 61.000 warga Palestina terbunuh, termasuk mereka yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Tindakan militer Israel di Gaza telah memicu gugatan genosida yang diajukan oleh Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional (ICJ), serta menyebabkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang.

Sumber:

https://www.newarab.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Euro-Med Peringatkan Pengungsian Paksa dan Penghancuran Sistematis di Tepi Barat

Next Post

Tujuh Bayi di Gaza Meninggal Akibat Hipotermia

Adara Relief International

Related Posts

Ratusan Pemukim Masuk Al-Aqsa, Ketegangan di Al-Quds Meningkat
Al-Aqsa

Ratusan Pemukim Masuk Al-Aqsa, Ketegangan di Al-Quds Meningkat

by Adara Relief International
April 23, 2026
0
14

Puluhan hingga ratusan pemukim Israel kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Rabu (22/04). Mereka melakukan rangkaian aksi penodaan terhadap situs...

Read moreDetails
Sistem Kesehatan Runtuh, Gaza Kekurangan Alat dan Obat

Sistem Kesehatan Runtuh, Gaza Kekurangan Alat dan Obat

April 23, 2026
15
UNESCO Sepakati Resolusi Dampak Serangan Gaza

UNESCO Sepakati Resolusi Dampak Serangan Gaza

April 23, 2026
14
90 Perempuan Palestina Ditawan, Alami Kekerasan dan Kelalaian Medis

90 Perempuan Palestina Ditawan, Alami Kekerasan dan Kelalaian Medis

April 23, 2026
19
Haaretz Soroti Standar Ganda, Pendeta Palestina: Fokus pada Korban Sipil

Haaretz Soroti Standar Ganda, Pendeta Palestina: Fokus pada Korban Sipil

April 23, 2026
14
Mahasiswa Gaza Tuntut Perbatasan Dibuka: Beasiswa Ada, Akses Tidak

Mahasiswa Gaza Tuntut Perbatasan Dibuka: Beasiswa Ada, Akses Tidak

April 22, 2026
21
Next Post
Tujuh Bayi di Gaza Meninggal Akibat Hipotermia

Tujuh Bayi di Gaza Meninggal Akibat Hipotermia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menguatkan Mereka yang Bertahan: Laporan Dekap Yatim Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 87

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630