Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar mengancam akan mencabut kewarganegaraan pembuat film NAZA setelah dokumenter tentang sistem pembunuhan warga Palestina meraih penghargaan di Festival Film Venesia.
Zohar menyebut sutradara Yuval Abraham dan Rachel Szor sebagai “pengkhianat” setelah NAZA memenangkan Special Jury Prize pada Sabtu, 12 September 2026.
Ia menuding keduanya melakukan “pengkhianatan terhadap negara” dan mengatakan akan segera mengupayakan pencabutan kewarganegaraan mereka atas dasar pengkhianatan.
Film NAZA mengungkap sistem yang militer Israel gunakan untuk mengidentifikasi dan menyerang target di Gaza. Film tersebut memuat wawancara dengan 24 anggota militer dan intelijen Israel yang identitasnya dirahasiakan.
Para narasumber menggambarkan penggunaan sistem berbasis AI untuk menentukan target dan melakukan serangan jarak jauh. Salah seorang narasumber menyebut bahwa untuk membunuh satu anggota Hamas, Israel dapat membunuh atau melukai hingga 500 warga sipil.
Sutradara NAZA, Yuval Abraham, mengatakan film besutannya tersebut berfokus pada sistem pembunuhan yang telah membunuh lebih dari 70.000 warga Palestina di Gaza. Selama pemutaran perdananya di Venesia, NAZA mendapat menerima standing ovation selama sekitar 24,5 menit.
Militer Israel menolak tuduhan dalam film tersebut. Mereka mempertanyakan identitas para narasumber serta keterlibatan mereka dalam operasi yang diceritakan. Film tersebut juga mendapat kecaman dari sejumlah tokoh Israel, termasuk mantan menteri perang Israel, Avigdor Lieberman.
Sumber: MEE








