• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, April 23, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Ketika Anak-Anak Harus Berhadapan dengan Mesin Tembak Otomatis di Pos Pemeriksaan

by Adara Relief International
September 26, 2022
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Ketika Anak-Anak Harus Berhadapan dengan Mesin Tembak Otomatis di Pos Pemeriksaan
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Perjalanan ke sekolah bagi anak-anak Palestina adalah tentang pertaruhan keselamatan. Langkah mereka dihantui pos pemeriksaan atau penutupan jalan hingga harus berputar jauh. Belum lagi jika tentara Israel mencegat mereka, menginterogasi, menahan mereka hingga mengalami heat stroke atau kenaikan suhu tubuh secara berlebihan. Ketika tiba di sekolah, anak-anak Palestina belum juga bisa merasa aman. Bom suara yang mengganggu dilemparkan untuk membuat gaduh. Belum lagi gas air mata atau air berbau busuk yang disemprotkan ke sekolah hingga mengakibatkan lemas, sesak napas, hingga penutupan sekolah sementara waktu demi keselamatan.

Arah permainan tentara Israel dengan anak-anak Palestina memang mengerikan. Seolah tidak puas dengan apa yang selama ini dilakukan, militer Israel kini memasang mesin tembak otomatis yang disebut Smart Shooter atau sistem yang dikendalikan dari jarak jauh, mencakup kemampuan untuk menembakkan granat kejut, gas air mata, dan peluru berujung spons. Instalasi pertama ini telah dipasang di Kota Hebron atau Al-Khalil.

Pekan ini (24/9), militer Israel telah selesai memasang smart shooter di pos pemeriksaan pintu masuk Jalan Shuhada, Kota Hebron. Jalan ini merupakan titik kumpul penduduk Palestina di Hebron dan digunakan untuk keluar-masuk kota oleh ratusan warga Palestina, termasuk oleh anak-anak sekolah. Letaknya juga berdekatan dengan  Masjid Ibrahimi, yang di dalamnya terdapat makam nabi-nabi dan istrinya, yaitu Nabi Ibrahim a.s. dan Sarah, Nabi Ishak a.s. dan Ribka, serta Nabi Yakub a.s. dan Leah.

Menurut militer Israel, sistem yang masih dalam tahap uji coba tersebut dikembangkan dengan cara memproses gambar berdasarkan kecerdasan buatan serta memiliki akurasi yang membanggakan dalam mendapatkan target yang telah ditandai oleh sistemnya dan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Berdasarkan klaim militer, mesin tembak otomatis ini dipasang untuk “menyebarkan” konsentrasi massa. Pada tahap percontohan, sistem “hanya” akan menggunakan peluru berujung spons, meskipun dalam banyak insiden, peluru berujung spons telah menyebabkan cedera serius. Hebah Jamal, seorang warga Palestina pengguna Twitter mengatakan, “Israel selalu memiliki cara inovatif untuk membunuh warga kami (orang Palestina-red).”

“Sistem itu ditempatkan di tengah-tengah daerah padat penduduk, dengan ratusan orang lewat. Kegagalan teknologi ini dapat berdampak pada banyak orang,” kata Issa Amro, seorang aktivis hak asasi manusia dari Hebron. “Saya melihat ini sebagai bagian dari transisi dari kontrol manusia ke teknologi. Kami sebagai orang Palestina telah menjadi objek percobaan dan pelatihan untuk industri teknologi tinggi militer Israel, yang tidak bertanggung jawab atas apa pun yang dilakukannya,” tegasnya.

Pada November 2021 atau hampir setahun sebelumnya, militer Israel telah melakukan upaya pengawasan luas di Tepi Barat yang diduduki untuk memantau warga Palestina dengan mengintegrasikan pengenalan wajah dengan jaringan kamera dan teknologi telepon pintar bernama Blue Wolf yang menangkap foto wajah warga Palestina dan mencocokkannya dengan database gambar. Aplikasi telepon akan berkedip dalam warna yang berbeda untuk memperingatkan tentara jika seseorang harus ditahan untuk interogasi, ditangkap, atau dibiarkan.

Dalam rangka mengembangkan database Blue Wolf, militer Israel menggelar kompetisi bagi tentara untuk memotret warga Palestina, termasuk anak-anak dan orang tua, dengan iming-iming hadiah bagi unit yang mengumpulkan foto terbanyak.

Yaser Abu Markhyah (49), ayah dari empat anak, mengatakan bahwa keluarganya telah tinggal di Hebron selama lima generasi dan telah belajar untuk mengatasi pos pemeriksaan, pembatasan pergerakan, dan interogasi. Namun, pengawasan terhadap orang Palestina terus-menerus ditingkatkan dan telah melucuti privasi mereka.

“Kami tidak lagi merasa nyaman bersosialisasi karena kamera selalu merekam kami,” kata Abu Markhyah. Dia mengatakan bahwa putrinya yang berusia 6 tahun pernah secara tidak sengaja menjatuhkan satu sendok teh dari dek atap keluarga. Tidak lama kemudian, tentara datang ke rumahnya dan mengatakan putrinya akan dihukum karena melempar batu.

Pos pemeriksaan telah menjadi monster bagi penduduk Palestina di Hebron, terlebih bagi anak-anak yang setiap hari harus melewatinya setiap pergi dan pulang sekolah. Hal ini diperberat dengan teknologi kecerdasan buatan “Blue Wolf” yang merampas privasi mereka. Kini, sistem yang lebih menakutkan kembali dihadirkan di depan wajah mereka: Smart Shooter. Dengan sistem ini, anak-anak sekolah yang melewati Jalan Shuhada akan semakin dibayangi kekhawatiran ketika harus keluar dan masuk pos pemeriksaan. Perjalanan ke sekolah bagi mereka tidak ubahnya serupa pertaruhan keselamatan.

Referensi:

https://www.france24.com/en/middle-east/20211110-how-israel-uses-facial-recognition-technology-to-monitor-west-bank-palestinians

https://www.haaretz.com/israel-news/2022-09-24/ty-article/.premium/israeli-army-installs-remote-control-crowd-dispersal-system-at-hebron-flashpoint/00000183-70c4-d4b1-a197-ffcfb24f0000?v=1664121960093

https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-hebron-students-deliberate-tear-gas-schools

https://www.palestinechronicle.com/blue-wolf-israel-employs-massive-facial-recognition-program-in-hebron/

https://rivaltimes.com/israel-pilots-installation-of-radar-to-disperse-palestinian-protesters-at-hebron-checkpoint/

https://www.washingtonpost.com/world/middle_east/israel-palestinians-surveillance-facial-recognition/2021/11/05/3787bf42-26b2-11ec-8739-5cb6aba30a30_story.html

 

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Baca Juga

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: AnakArtikelPalestinaPenyerbuanSerangan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Trump Is Struggling To Stay Calm On Russia, One Morning Call At A Time

Next Post

Pengadilan Israel Bebaskan Imam yang Dituduh Lakukan Penghasutan

Adara Relief International

Related Posts

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan
Artikel

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

by Adara Relief International
April 21, 2026
0
28

Setiap tanggal 21 April, rakyat Indonesia biasanya memperingati satu hari bersejarah yaitu “Hari Kartini”. Hari Kartini diperingati setiap tahunnya untuk...

Read moreDetails
Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

April 21, 2026
20
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
76
Situs Nabi Yaqin di dekat Al-Khalil (Hebron), tempat peninggalan Dinasti Ikhshidiyah (MDPI)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

April 6, 2026
105
Istana Hisham, salah satu kastil peninggalan Kekhalifahan Umayyah (MEE)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 2): Kemajuan Pembangunan pada Masa Kekhalifahan Umayyah

April 2, 2026
61
Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

Maret 18, 2026
531
Next Post
Pengadilan Israel Bebaskan Imam yang Dituduh Lakukan Penghasutan

Pengadilan Israel Bebaskan Imam yang Dituduh Lakukan Penghasutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menguatkan Mereka yang Bertahan: Laporan Dekap Yatim Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630