Serangan pesawat nirawak Israel membunuh seorang warga Palestina dan melukai satu orang lainnya setelah menghantam tenda pengungsian di wilayah tengah Jalur Gaza. Sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi serangan tersebut kepada Anadolu Agency. Korban terbunuh diketahui bernama Abd Walid Matar.
Petugas medis melaporkan bahwa pesawat nirawak menembakkan dua rudal langsung ke tenda yang berada di sebelah barat Al-Zawayda. Pada saat bersamaan, artileri Israel menggempur wilayah timur Kota Gaza. Kapal perang Israel juga melepaskan tembakan ke arah pesisir, sementara pesawat nirawak menargetkan kawasan Al-Karama.
Di Gaza selatan, pasukan Israel melakukan penghancuran bangunan di sebelah timur Khan Younis. Serangan tersebut berlangsung di tengah pelanggaran gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Pada Selasa, bombardemen Israel dan luka akibat serangan sebelumnya menyebabkan tiga warga Palestina meninggal dunia. Salah satunya seorang anak perempuan yang terbunuh setelah pesawat nirawak menghantam tenda pengungsian dekat Taman Kota Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah membunuh 1.599 warga Palestina dan melukai 5.774 lainnya.
Sementara itu, di Tepi Barat, pemukim Israel merampas delapan rumah warga Palestina di Desa Al-Duyuk al-Tahta, sebelah barat Jericho, pada Rabu. Menurut kantor berita WAFA, para pemukim datang bersama keluarga mereka, mendobrak pintu, lalu menempati rumah-rumah tersebut saat penghuninya sedang tidak berada di tempat. Pasukan Israel kemudian memasuki Jericho dan kamp-kamp pengungsi di sekitarnya menggunakan kendaraan militer.
Pada hari yang sama, Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan penyitaan 2.536 dunam atau sekitar 627 hektare tanah di wilayah Beitillu, Al-Mazra’a al-Qibliya, dan Deir Ammar, barat laut Ramallah. Israel menetapkan lahan tersebut sebagai “tanah negara” untuk memfasilitasi perluasan permukiman di sekitar Kerem Reim.
Saat ini, sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 194 permukiman dan 400 pos permukiman ilegal di Tepi Barat, termasuk di Al-Quds bagian timur.
Sumber: Palinfo







