• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Juni 7, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

HRW: Pengusiran 32.000 Warga Palestina dari Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat Merupakan Kejahatan Perang

by Adara Relief International
November 21, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
HRW: Pengusiran 32.000 Warga Palestina dari Tiga Kamp Pengungsi Tepi Barat Merupakan Kejahatan Perang
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa pengusiran puluhan ribu warga Palestina dari tiga kamp pengungsi di Tepi Barat pada awal 2025 merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Organisasi tersebut mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah tegas guna meminta pertanggungjawaban pejabat Israel serta menghentikan pelanggaran lebih lanjut.

Menurut laporan setebal 105 halaman berjudul “All My Dreams Have Been Erased”, sekitar 32.000 penduduk Kamp Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams dipaksa pergi oleh pasukan Israel selama “Operasi Tembok Besi” pada Januari–Februari 2025. Mereka hingga kini dilarang kembali, sementara ratusan rumah dihancurkan.

“Sepuluh bulan setelah pengusiran, tidak ada satu pun keluarga yang dapat kembali ke rumah mereka,” kata peneliti HRW Milena Ansari kepada Reuters. Militer Israel berdalih bahwa penghancuran infrastruktur sipil dilakukan untuk mencegah penggunaannya oleh kelompok bersenjata, namun tidak memberikan kepastian kapan warga Palestina dapat kembali ke rumah mereka.

Baca Juga

Israel Rencanakan Tempat Pembuangan Limbah di Qalandia, 278 Dunam Lahan dan 40 Rumah Palestina Terancam

PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air

Konvensi Jenewa melarang pemindahan paksa warga sipil dari wilayah pendudukan kecuali untuk alasan militer yang sangat mendesak atau demi keselamatan mereka. HRW menegaskan bahwa pejabat tinggi Israel yang bertanggung jawab harus diproses atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Militer Israel tidak menanggapi pertanyaan terkait tuntutan sanksi maupun kemungkinan proses hukum tersebut.

Laporan tersebut menggambarkan tentara Israel menyerbu rumah, menggeledah properti, dan memerintahkan keluarga keluar melalui pengeras suara yang dipasang di drone. Sementara itu, bulldozer meratakan bangunan saat warga melarikan diri, tanpa adanya tempat perlindungan atau bantuan. Banyak keluarga kemudian menumpang rumah kerabat atau mencari perlindungan di masjid, sekolah, dan lembaga amal.

Hisham Abu Tabeekh, yang diusir dari Kamp Jenin, mengatakan bahwa keluarganya pergi tanpa membawa apa pun. “Kami tidak punya makanan, minuman, obat-obatan, bahkan biaya untuk hidup… kami menjalani hidup yang sangat sulit,” ujarnya.

HRW mewawancarai 31 warga yang diusir, menganalisis citra satelit, surat perintah pembongkaran, dan video terverifikasi. Lebih dari 850 bangunan ditemukan hancur atau rusak parah, sementara penilaian PBB mencatat angka hingga 1.460 bangunan. Kamp-kamp tersebut telah menjadi rumah bagi generasi pengungsi sejak 1950-an.

Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan “elemen teroris”, tetapi tidak memberikan dasar untuk pengusiran massal maupun pelarangan kembali.

HRW menyimpulkan bahwa pengusiran ini—yang dilakukan ketika perhatian dunia tertuju pada Gaza, merupakan bagian dari kejahatan terhadap kemanusiaan berupa politik apartheid dan penganiayaan.

Sejak agresi Gaza pecah pada Oktober 2023, hampir 1.000 warga Palestina terbunuh di Tepi Barat, sementara Israel meningkatkan penahanan tanpa pengadilan, penghancuran rumah, dan pembangunan permukiman ilegal. Kekerasan pemukim Israel pun melonjak, termasuk setidaknya 264 serangan pada Oktober, jumlah bulanan tertinggi sejak pencatatan PBB dimulai pada 2006.

Israel mengklaim ikatan historis dan religius atas Tepi Barat serta menganggap wilayah itu sebagai wilayah “sengketa”, bukan “diduduki”, meski mayoritas masyarakat internasional menilai semua permukiman Israel adalah ilegal.

HRW menyerukan negara-negara untuk menjatuhkan sanksi terhadap pejabat Israel, menghentikan penjualan senjata, menangguhkan hubungan dagang, melarang produk permukiman, dan menegakkan surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional. HRW juga menyebut pengusiran massal ini sebagai bentuk pembersihan etnis—istilah lugas yang merujuk pada penghapusan paksa suatu kelompok etnis atau agama dari wilayah tertentu.

Sumber: The New Arab

ShareTweetSendShare
Previous Post

Lebih dari 1.630 Anak Palestina Ditangkap Israel Sejak Oktober 2023, Puluhan Lainnya Dibunuh di Gaza

Next Post

Di Hari Anak Sedunia, Organisasi Sipil Palestina: Anak-Anak Palestina Hadapi Bencana Kemanusiaan Terburuk dalam Sejarah Modern

Adara Relief International

Related Posts

MA Israel Perintahkan Akses ICRC ke Tawanan Palestina Dipulihkan — 9.000 Ditahan, 3.000 Tanpa Dakwaan
Berita Kemanusiaan

MA Israel Perintahkan Akses ICRC ke Tawanan Palestina Dipulihkan — 9.000 Ditahan, 3.000 Tanpa Dakwaan

by Adara Relief International
Juni 5, 2026
0
24

Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa pemerintah Israel harus kembali mengizinkan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk mengunjungi para tawanan Palestina....

Read moreDetails
Israel Tahan Pendapatan Pajak Palestina 15 Bulan: 180 Obat Esensial Habis, 11.000 Operasi Tertunda

Israel Tahan Pendapatan Pajak Palestina 15 Bulan: 180 Obat Esensial Habis, 11.000 Operasi Tertunda

Juni 5, 2026
16
Israel Rencanakan Tempat Pembuangan Limbah di Qalandia, 278 Dunam Lahan dan 40 Rumah Palestina Terancam

Israel Rencanakan Tempat Pembuangan Limbah di Qalandia, 278 Dunam Lahan dan 40 Rumah Palestina Terancam

Juni 5, 2026
16
PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air

PBB: Dana Kemanusiaan Gaza Hanya Terpenuhi 15 Persen, Distribusi Makanan Anjlok dan 330 Ribu Warga Terancam Tanpa Air

Juni 5, 2026
16
Haaretz Ungkap Israel Rekrut Aktivis Sayap Kanan Jadi Polisi Al-Aqsa, Status Quo Terancam Berubah

Haaretz Ungkap Israel Rekrut Aktivis Sayap Kanan Jadi Polisi Al-Aqsa, Status Quo Terancam Berubah

Juni 5, 2026
21
Dua Pemain Tim Putri Palestina Ditangkap Israel, Lebih dari 800 Atlet Terbunuh di Gaza

Dua Pemain Tim Putri Palestina Ditangkap Israel, Lebih dari 800 Atlet Terbunuh di Gaza

Juni 4, 2026
23
Next Post
Di Hari Anak Sedunia, Organisasi Sipil Palestina: Anak-Anak Palestina Hadapi Bencana Kemanusiaan Terburuk dalam Sejarah Modern

Di Hari Anak Sedunia, Organisasi Sipil Palestina: Anak-Anak Palestina Hadapi Bencana Kemanusiaan Terburuk dalam Sejarah Modern

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak Yatim Gaza: Saat Tangan-Tangan Kecil Memikul Beban Kehidupan di Tanah Kelahiran – Laporan DYP Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630