Upaya internasional untuk menembus blokade Gaza kembali menguat melalui misi kemanusiaan gabungan darat dan laut dari berbagai negara di kawasan Mediterania. Inisiatif ini menjadi bagian dari solidaritas global bagi warga Gaza yang terus menghadapi krisis akibat terbatasnya akses bantuan dan hancurnya infrastruktur sipil.
Sekitar 20 kapal dari Prancis dijadwalkan berlayar dalam misi “Spring Mission 2026” yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla. Armada ini akan berangkat dari Marseille pada awal April, membawa relawan serta bantuan seperti perlengkapan medis dan benih tanaman. Misi ini melibatkan berbagai organisasi sipil dan telah menggalang dana sekitar €500.000.
Setiap kapal terdiri dari sekitar delapan orang dan akan singgah di Italia sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza. Penyelenggara menyebut misi ini bertujuan menantang blokade sekaligus meningkatkan perhatian dunia, dengan target partisipasi lebih dari 100 kapal dari berbagai negara.
Baca juga : “Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026“
Di Tunisia, aktivis juga menyiapkan konvoi darat dan armada laut tambahan. Meski menghadapi hambatan seperti pembatasan perjalanan dan visa, ratusan peserta telah mendaftar, sementara armada dari Spanyol dijadwalkan berangkat pada 12 April.
Gerakan ini turut mendorong tekanan politik di Tunisia, termasuk rencana pengajuan kembali undang-undang yang mengkriminalisasi normalisasi dengan Israel. Bagi para aktivis, flotilla ini bukan sekadar pengiriman bantuan, tetapi bentuk perlawanan sipil untuk menjaga perhatian dunia terhadap Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa akses bantuan ke Gaza masih sangat terbatas di tengah operasi militer yang berlangsung. Kerusakan besar dan tingginya korban jiwa membuat kebutuhan rekonstruksi mencapai sekitar puluhan miliar dolar.
Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya solidaritas global sekaligus desakan agar komunitas internasional segera mengambil langkah nyata.








