JAKARTA-Pada bulan Agustus lalu, Indonesia kembali berduka karena bencana alam gempa bumi menimpa saudara-saudara kita yang tinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski telah berlalu hampir satu bulan sejak terjadinya gempa tersebut, namun para korban masih membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan. Oleh sebab itu, rasa kepedulian Sahabat Adara untuk membantu saudara setanah air telah terwujud melalui pengiriman bantuan kemanusiaan bagi korban gempa pada tanggal 7 September 2026. Bantuan kemanusiaan tersebut telah memberi manfaat bagi 40 keluarga di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Bencana alam gempa bumi yang terjadi di NTT telah mengubah hidup banyak orang. Tak sedikit warga yang kehilangan rumah, barang-barang, bahkan terpisah dari keluarga akibat bencana alam tersebut. Para korban kemudian terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian sementara. Tak seperti rumah yang nyaman dan hangat, tenda pengungsian mengharuskan mereka berbagi tempat dengan orang lain dan tidak bisa sepenuhnya melindungi mereka dari cuaca panas, dingin, maupun hujan.
Karena gempa bumi telah merenggut harta benda mereka, para korban gempa sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan sehari-hari. Mereka membutuhkan makanan, pakaian, perlengkapan kebersihan, serta barang-barang kebutuhan dasar lainnya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Untuk menjawab kebutuhan saudara-saudara kita di NTT yang masih sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua, pada tanggal 7 September 2026, Sahabat Adara mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di NTT. Bantuan kemanusiaan tersebut telah memberi manfaat bagi 40 keluarga di Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten manggarai, Nusa Tenggara Timur.




Gempa bumi memang telah mengubah kehidupan banyak warga di NTT, namun mereka terus berusaha bertahan hidup setiap harinya hingga situasi kembali kondusif. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan kemanusiaan darimu telah membantu saudara-saudara setanah air kita untuk tetap kuat melewati kondisi yang sedang mereka hadapi saat ini.








