JAKARTA-Krisis air Gaza telah mencapai titik kritis. Kondisi ini semakin parah akibat kerusakan infrastruktur yang masif serta blokade berkepanjangan yang Israel berlakukan. Oleh sebab itu, pada 30 Juli 2026, Sahabat Adara menyalurkan bantuan air bersih yang sangat warga Gaza butuhkan. Bantuan air bersih tersebut telah memberi manfaat bagi 9.200 orang di Khan Younis.

Berdasarkan data resmi, kebutuhan air harian di Gaza normalnya mencapai sekitar 100.000 meter kubik. Namun, di tengah kondisi terburuk saat ini, pasokan yang berhasil didistribusikan hanya berkisar 30.000 meter kubik per hari. Artinya, Gaza mengalami defisit parah hingga 70 persen dari total kebutuhan air bersih harian warganya.
Krisis air yang akut ini merupakan akibat langsung dari penghancuran sistematis Israel terhadap sekitar 72 sumur air utama. Fasilitas-fasilitas vital pendukung lainnya, mulai dari jaringan pipa air, stasiun pompa, hingga pabrik desalinasi, turut mengalami kerusakan berat tanpa adanya izin perbaikan dari pihak pendudukan Israel.


Tanpa air, warga Gaza tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk minum dan melakukan aktivitas harian. Oleh sebab itu, pada 30 Juli 2026, Sahabat Adara menyalurkan bantuan air bersih yang sangat warga Gaza butuhkan. Bantuan air bersih tersebut telah memberi manfaat bagi 9.200 orang di Khan Younis.


Air yang tadinya sangat sulit warga Gaza dapatkan, kini telah kembali di tersedia rumah-rumah mereka. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan air bersih darimu telah memenuhi kebutuhan ribuan warga Gaza di tengah krisis.








