Kelompok bersenjata yang mendapat dukungan Israel membunuh seorang warga Palestina di Khan Younis, Gaza selatan. Sementara itu, tembakan Israel melukai empat warga lainnya.
Insiden tersebut terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang berlangsung setiap hari sejak 10 Oktober 2025.
Sumber lokal dan medis mengatakan anggota kelompok bersenjata tersebut menyusup ke rumah seorang warga Palestina di Al-Qarara. Mereka menculik, mengikat, lalu mengeksekusi korban.
Sumber medis mengidentifikasi korban sebagai Fadi al-Abadla, 31 tahun. Petugas membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Nasser dengan kondisi tangan terikat.
Baca juga: Kekerasan Pemukim di Tepi Barat, Pelanggaran HAM yang Dilindungi Sistem Kejahatan Israel
Sayap militer Jihad Islam, Brigade Al-Quds, memberikan laporan rinci mengenai insiden tersebut. Menurut pernyataan resmi mereka, kelompok bersenjata pro-Israel terpantau bergerak menuju Jalan Al-Jumeiza sekitar pukul 03.30 waktu setempat di bawah perlindungan pengawasan pesawat nirawak (drone) militer Israel.
Para pejuang Brigade Al-Quds sempat terlibat dalam bentrokan jarak dekat menggunakan senjata ringan dan granat untuk menghadapi kelompok penyusup tersebut. Kendati demikian, drone Israel dikerahkan untuk memandu dan melindungi pelarian kelompok bersenjata tersebut meninggalkan lokasi setelah mereka menembak mati Fadi Ali al-Abadla.
Praktik pengerahan milisi atau kelompok bersenjata proksi ini merupakan bagian dari strategi Israel sejak 2025. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui kebijakan mempersenjatai sejumlah kelompok lokal. Saat ini, jaringan kelompok bersenjata yang Israel dukung tersebut beroperasi di berbagai wilayah kantong Gaza, termasuk Beit Hanoun, Shujaiya, Deir al-Balah, Khan Younis, dan Rafah.
Di sisi lain, tembakan Israel melukai empat warga Palestina di Khan Younis. Mereka terkena tembakan ketika Israel menargetkan rumah dan tenda pengungsi. Salah satu korban merupakan anak perempuan berusia 11 tahun. Seorang anak perempuan lainnya juga terluka akibat tembakan Israel.
Di Gaza utara, pesawat Israel menyerang sebuah rumah di Jalan Mushtaha. Sementara itu, helikopter Israel menembaki sejumlah wilayah di timur Kota Gaza.
Akumulasi dari rangkaian agresi militer dan operasi bersenjata ini terus memperparah krisis kemanusiaan di wilayah kantong yang terkepung tersebut. Sejak mulainya eskalasi besar pada Oktober 2023, total korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah mencatatkan sedikitnya 73.470 orang terbunuh dan 174.540 lainnya mengalami luka-luka.
Sumber: TRT World








