Uni Eropa secara resmi meluncurkan inisiatif pemulihan berskala besar bertajuk Team Gaza Initiative dengan nilai total mencapai 883,6 juta euro atau sekitar 1 miliar dolar AS. Dana ini dialokasikan khusus untuk mendukung tahap pemulihan awal di Jalur Gaza. Fokus utamanya adalah pada pembiayaan berbagai proyek kemanusiaan mendesak.
Peluncuran inisiatif ini Uni Eropa lakukan menjelang pertemuan kedua Kelompok Donor Palestina yang berlangsung di Brussel. Program ini mempertemukan 65 delegasi dari berbagai negara mitra, organisasi internasional, serta lembaga keuangan global. Program ini menghimpun dukungan kolektif dari berbagai pihak, termasuk Komisi Eropa, Bank Investasi Eropa, dan Bank Dunia.
Baca juga: “71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
“The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina”
Sejumlah negara donor utama juga turut berpartisipasi dalam inisiatif ini, di antaranya Spanyol, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Belanda, Belgia, Denmark, Jepang, Swiss, Finlandia, Norwegia, dan Swedia. Selain itu, Australia dan Kanada turut menyatakan minat untuk bergabung.
Pemulihan infrastruktur yang akan mereka utamakan antara lain air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, energi, pertanian, ketahanan pangan, serta pembersihan puing dan limbah. Dengan demikian, warga Gaza akan memperoleh kembali akses terhadap layanan dasar.
Selain itu, Uni Eropa dan sejumlah negara menandatangani komitmen pendanaan baru senilai 41,7 juta euro melalui mekanisme PEGASE. Sebelumnya, Komisi Eropa juga telah mengalokasikan 310 juta euro untuk mendukung Otoritas Palestina selama periode 2026 hingga 2027.
Sumber: MEMO, Al Monitor








