JAKARTA-Selama lebih dari dua tahun genosida di Gaza, Israel telah menimbulkan kelaparan sistematis sejak beberapa bulan pertama. Hingga kini, kelaparan masih terus terjadi di Gaza, bahkan telah merenggut banyak nyawa. Sahabat Adara tidak tinggal diam menyaksikan Israel terus melaparkan penduduk Gaza secara sengaja. Pada 10 Juni 2026, Sahabat Adara mengirimkan bantuan makanan siap saji ke Jalur Gaza. Bantuan tersebut telah memberi manfaat bagi 300 orang di Gaza selatan.

Mondoweiss menyebutkan bahwa Israel telah menerapkan “rekayasa kekacauan” yang menyebabkan kelaparan di Jalur Gaza. Mereka memutus pasokan makanan ke Jalur Gaza, atau hanya mengizinkan sedikit bantuan untuk memasuki Gaza. Tak hanya itu, Israel juga berulang kali mencegah penduduk Gaza untuk mencapai lokasi bantuan, bahkan hingga menghabisi nyawa warga sipil.
Ketika akhirnya ada kesepakatan gencatan senjata, situasi juga tidak kunjung membaik. Dari 600 truk yang diizinkan memasuki Gaza berdasarkan kesepakatan, pada kenyataannya hanya 200 truk atau kurang dari itu yang benar-benar bisa masuk ke Gaza. Blokade ketat juga berimbas pada meroketnya harga pangan. Karena jumlah yang sangat terbatas, harga bahan-bahan makanan di Gaza melonjak tinggi, sehingga banyak orang tak sanggup membelinya.

Krisis kelaparan di Jalur Gaza masih terjadi hingga detik ini. Banyak orang hanya bisa makan sehari sekali dengan makanan seadanya, atau bahkan tidak makan sama sekali jika tidak menemukan makanan. Dalam merespon kondisi ini, Sahabat Adara berusaha untuk mengirimkan bantuan pangan yang sangat penduduk Gaza butuhkan. Pada 10 Juni 2026, bantuan makanan siap saji dari Sahabat Adara akhirnya tiba di Jalur Gaza. Bantuan tersebut telah memberi manfaat bagi 300 orang di Gaza selatan.




Satu porsi makanan yang dapat kita beli kapan saja di tempat kita tinggal, bagi penduduk Gaza merupakan berkah yang tidak setiap hari bisa mereka nikmati. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan makanan siap saji darimu telah menjadi berkah tak ternilai bagi ratusan saudara kita di Jalur Gaza.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)