Delapan negara Muslim mengecam tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, terhadap aktivis Flotilla Gaza. Mereka menyebut perlakuan Ben Gvir sangat memalukan, merendahkan martabat manusia, dan melanggar hukum internasional. Tindakan tersebut juga memperburuk ketegangan di Palestina.
Menteri luar negeri dari Türkiye, Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu.
Mereka mengecam video yang memperlihatkan aktivis Flotilla Gaza berlutut dengan tangan terikat saat disandera Israel. Dalam video itu, Ben Gvir terlihat berjalan di antara para tawanan.
Baca juga : “Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Kekerasan”
Negara-negara tersebut menyebut tindakan Ben Gvir sebagai penghinaan terhadap martabat manusia. Mereka juga menyatakan bahwa perlakuan itu melanggar kewajiban Israel dalam hukum humaniter internasional dan hukum HAM internasional.
Para menteri mengecam hasutan dan kekerasan yang dilakukan Ben Gvir serta pejabat Israel lainnya terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.
Menurut mereka, tindakan provokatif semacam itu memicu kebencian dan ekstremisme. Mereka meminta pertanggungjawaban atas tindakan Ben Gvir dan mendesak penghentian berbagai pelanggaran terhadap warga Palestina.
Flotilla Gaza sendiri berangkat dari Marmaris, Türkiye, membawa 428 aktivis dari 44 negara. Mereka berupaya menembus blokade Israel terhadap Gaza yang berlangsung sejak 2007.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)