Masjid Al-Aqsa kembali menghadapi ancaman baru seiring meningkatnya provokasi Israel saat perayaan Shavuot. Provokasi Israel di Masjid Al-Aqsa memicu kekhawatiran besar di kalangan Palestina dan pengelola wakaf.
Peneliti Al-Quds (Yerusalem), Ziyad Ibhais, memperingatkan kemungkinan masuknya pemukim Israel ke Masjid Al-Aqsa selama perayaan Shavuot. Menurutnya, kelompok ekstremis Israel berupaya memasukkan ritual Talmud dan simbol persembahan hewan ke dalam kawasan suci umat Islam tersebut.
Selain itu, Ibhais memperingatkan adanya upaya penyelundupan bagian hewan kurban ke area Masjid Al-Aqsa. Tahun lalu, pemukim Israel sempat membawa potongan hewan sembelihan dan menyebarkannya di dekat Kubah al-Silsilah.
Kelompok pemukim juga menjalankan ritual lain di Masjid Al-Aqsa, termasuk mencelupkan roti ke anggur dan menuangkan air sebagai bagian tradisi Shavuot.
Sementara itu, jumlah pemukim yang memasuki Masjid Aqsa terus meningkat. Data Departemen Wakaf Islam menunjukkan sekitar 985 pemukim menyerbu Masjid Aqsa saat Shavuot 2025. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Yayasan Al-Quds memperingatkan bahwa identitas Masjid Al-Aqsa berada dalam ancaman serius. Mereka menilai Israel terus memperkuat kontrol langsung terhadap Masjid Al-Aqsa dan berusaha mengubah karakter sejarahnya.
Selain itu, yayasan tersebut memperingatkan bahwa perwalian Yordania atas Masjid Al-Aqsa semakin terancam. Karena itu, mereka meminta dukungan lebih luas dari dunia Arab dan Islam untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dari proses yahudisasi Israel.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)