Israel menahan ratusan aktivis armada bantuan Gaza “Global Sumud” setelah mencegat kapal mereka di perairan internasional. Penahanan ini memicu kecaman keras dari organisasi HAM internasional.
Organisasi HAM Amnesty International menyebut tindakan Israel terhadap armada bantuan Gaza sebagai tindakan memalukan dan tidak manusiawi. Amnesty menilai Israel menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan misi solidaritas yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Menurut Amnesty, pemblokiran bantuan Gaza dan penghentian pasokan penting bagi warga sipil merupakan kejahatan perang. Selain itu, organisasi tersebut memperingatkan bahwa Israel berusaha mengisolasi Gaza dari dunia internasional.
Baca juga : “PBB Soroti Indikasi Pembersihan Etnis di Palestina”
Sementara itu, tim Global Sumud menyatakan pasukan Israel menahan 345 aktivis dari 39 kapal. Para aktivis berasal dari berbagai negara dan berlayar dari Turki menuju Gaza untuk menembus blokade Israel.
Pasukan Israel mulai mencegat armada bantuan Gaza pada Senin malam di dekat perairan Siprus. Israel kemudian menculik para aktivis ke kapal angkatan laut yang memiliki fasilitas penahanan terapung sebelum memindahkan mereka ke Pelabuhan Ashdod.
Meski demikian, sembilan kapal lain masih melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Armada bantuan Gaza merupakan bagian dari upaya internasional untuk menantang blokade Israel terhadap wilayah yang dihuni lebih dari dua juta warga Palestina tersebut.
Amnesty International juga mengaku khawatir terhadap keselamatan para aktivis. Organisasi itu sebelumnya mendokumentasikan kasus penyiksaan dan perlakuan buruk terhadap aktivis yang pernah diculik Israel dalam misi bantuan serupa.








