Sembilan menteri dan 13 anggota parlemen Israel mendesak polisi Israel agar mengizinkan pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Jumat mendatang. Dorongan untuk melakukan serbuan Al-Aqsa itu bertepatan dengan peringatan pendudukan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) oleh Israel pada 1967.
Permintaan tersebut muncul dalam surat resmi yang kelompok sayap kanan Beyadenu publikasikan. Organisasi itu terkenal aktif mendorong serbuan Al-Aqsa oleh pemukim Israel. Mayoritas penandatangan berasal dari Partai Likud di bawah pimpinan Benjamin Netanyahu.
Beberapa menteri yang menandatangani surat itu antara lain Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Kehakiman Yariv Levin, dan Menteri Keuangan Zeev Elkin. Selain itu, anggota parlemen dari partai Religious Zionism juga mendukung langkah tersebut.
Baca juga : “Ancaman Baru di Masjid Al-Aqsa Meningkat Jelang Hari Peringatan Pendudukan Al-Quds”
Sebelumnya, hanya tiga menteri yang mendukung rencana serbuan Al-Aqsa. Namun, jumlah pendukung kini meningkat menjadi sembilan menteri. Oleh karena itu, muncul kekhawatiran bahwa polisi Israel dapat mengubah keputusan sebelumnya yang diperkirakan menolak permintaan tersebut.
Tahun ini, peringatan pendudukan Al-Quds bagian timur jatuh pada 15 Mei dan bertepatan dengan hari Jumat. Biasanya, puluhan ribu warga Palestina memadati Masjid Al-Aqsa sejak pagi untuk melaksanakan salat Jumat. Oleh sebab itu, rencana serbuan Al-Aqsa pada hari tersebut dinilai sangat provokatif dan berpotensi memicu ketegangan besar.
Selama ini, aksi penyerbuan pemukim di kompleks Al-Aqsa sering disertai ritual Talmudiah, pengibaran bendera Israel, serta provokasi terhadap jemaah muslim. Palestina menilai serbuan Al-Aqsa sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengubah status historis kawasan suci dan memperkuat yahudisasi Al-Quds.
Warga Palestina terus menegaskan bahwa Al-Quds bagian timur merupakan ibu kota negara Palestina. Mereka juga merujuk pada berbagai resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas wilayah tersebut sejak 1967.
Di tengah meningkatnya dukungan politik Israel terhadap serbuan Al-Aqsa, berbagai pihak Palestina menyerukan peningkatan kehadiran jemaah di kawasan Masjid Al-Aqsa untuk menjaga kesucian dan status historisnya.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)