Peringatan terus meningkat di Al-Quds (Yerusalem) terkait rencana kelompok ekstremis Yahudi untuk melakukan serbuan besar ke Masjid Al-Aqsa pada Jumat, 15 Mei. Masjid Al-Aqsa menjadi sorotan karena aksi ini bertepatan dengan peringatan pendudukan Al-Quds (Yerusalem) versi Israel dan momentum 78 tahun Nakba Palestina.
Peneliti urusan Al-Quds (Yerusalem), Ziyad Ibhais, menyebut situasi di Masjid Al-Aqsa tahun ini sangat berbahaya. Sebab, kelompok Temple Mount ingin memaksakan masuknya pemukim pada hari Jumat, ketika biasanya serbuan ke Masjid Al-Aqsa dilarang. Menurutnya, langkah itu akan menjadi perubahan serius terhadap status historis kawasan suci tersebut.
Ibhais menjelaskan, kelompok ekstremis memiliki tiga tujuan utama di Masjid Al-Aqsa. Pertama, mereka ingin memaksakan serbuan pada Jumat pagi. Kedua, mereka ingin membuka serbuan tambahan setelah salat Jumat. Jika terjadi, itu akan menjadi serbuan pertama kalinya yang dilakukan pada hari Jumat sejak Israel menduduki Al-Quds pada 1967.
Baca juga : “Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa“
Selain itu, kelompok Temple Mount juga mendorong perluasan jam serbuan harian di Masjid Al-Aqsa hingga hampir sembilan jam setiap hari. Mereka bahkan menyerukan pengibaran bendera Israel di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel.
Ibhais mengatakan rencana tersebut mendapat dukungan politik dari menteri dan anggota Knesset Israel, terutama dari Partai Likud dan Religious Zionism. Sebanyak 13 politisi Israel mendesak polisi agar mengizinkan serbuan ke Masjid Al-Aqsa tetap berlangsung pada Jumat mendatang.
Di sisi lain, warga Palestina menyerukan peningkatan kehadiran jemaah di Masjid Al-Aqsa mulai Kamis sore hingga Jumat pagi. Mereka menilai keberadaan jemaah menjadi garis pertahanan terakhir untuk menjaga identitas dan kesucian Masjid Al-Aqsa dari upaya perubahan status quo oleh Israel.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)