• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Mei 5, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Berkurban Sebagai Bentuk Syukur

by Adara Relief International
Mei 5, 2026
in Artikel, Sorotan, Syariah
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
kurban
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Bicara tentang kurban berarti bicara tentang Surat Al-Kautsar. Di dalam surat terpendek ini, Allah SWT menegaskan betapa nikmat-Nya telah tercurah dengan begitu berlimpah. Namun, di balik curahan nikmat tersebut, Allah hanya menitipkan dua perintah sederhana sebagai wujud syukur: dirikanlah salat dan berkurbanlah. Menariknya, meski ringkas, turunnya ayat-ayat ini adalah momen yang menyunggingkan senyuman di bibir Baginda Nabi ﷺ, menjadi pelipur lara sekaligus kabar gembira bagi beliau

Sampai para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Mengapa engkau tertawa wahai Rasul?” kemudian Rasulullah ﷺ  menjawab; “Sesungguhnya barusan saja turun kepadaku satu surat, (beliau ﷺ membacakan Surat Al-Kautsar seluruhnya) kemudian beliau melanjutkan sabdanya; Tahukah kalian, apakah Al-Kautsar itu?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Beliau lalu berkata: “Ia adalah sungai yang Rabb-ku berikan kepadaku di surga. Di dalamnya terdapat banyak kebaikan. Kelak pada hari kiamat umatku akan hilir mudik ke sungai itu. Bejananya sebanyak jumlah bintang di langit.(….)” (HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud)

Baca juga : “Akikah atau Kurban, Mana yang Lebih Utama?“

Dalam Kitab Asbabun Nuzul, Imam As-Suyuthi menuliskan sebuah hadis dengan sanad dhaif yang diriwayatkan dari Abu Ayyub, beliau mengatakan ketika Ibrahim bin Rasulullah ﷺ wafat, musyrikin Mekah mengolok-olok Rasul dengan mangatakan bahwa Rasulullah ﷺ abtar (terputus keturunannya, seperti hewan yang putus ekornya). Selain itu, dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ibnu ‘Abbas  menuturkan, ada salah satu tokoh kafir Quraisy yaitu Al-’Ash bin Wail yang jika nama Rasulullah ﷺ disebut beliau akan mengatakan “biarkanlah dia karena dia seorang yang tidak memiliki penerus, jika dia binasa, maka terputuslah penyebutannya.” 

Turunnya Surat Al-Kautsar menjadi oase sekaligus jawaban telak dari Allah atas hinaan para pembenci Rasulullah ﷺ tersebut. Allah memutus harapan orang-orang yang ingin melenyapkan nama beliau dengan menegaskan: 

(إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ)

“Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus.” (Q.S: Al-Kautsar: 3)

Sebagai bentuk pembelaan dan karunia yang begitu melimpah, Allah pun menitipkan dua perintah utama: salat dan berkurban. Dua amalan ini, meski tampak sederhana, sejatinya adalah cerminan tertinggi dari rasa syukur seorang hamba atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan.

Bukan Sekadar Salat Kebiasaan

Salat bukanlah sekadar rutinitas atau ibadah yang dilakukan karena kebiasaan. Salat yang dimaksud adalah yang didirikan hanya karena penghambaan kepada Rabb semesta alam. Sebuah ibadah yang ketika ditegakkan, mampu memenuhi relung hati dengan kesyukuran kepada Allah. 

Ketika Allah menggunakan kata Rabb, maka ada sisi lain yang ingin Allah tunjukan sebagai Tuhannya manusia, bukan hanya Dzat-Nya sebagai pencipta dan sembahan, melainkan juga yang melimpahkan kasih sayang, pemeliharaan, dan penjagaan yang tak terputus kepada hamba-hamba-Nya. Sebagai respons atas cinta-Nya yang luas, Allah berfirman, 

(فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ)

“Maka dirikanlah salat karena Rabbmu, dan berkurbanlah.” (Q.S: Al-Kautsar: 2)

Namun, hanyalah salat yang ditegakkan dengan keikhlasan yang mampu meraih tiket diterimanya ibadah oleh Allah. Dengan demikian, jika terselip setitik saja niat bukan karena Allah, segeralah sucikan kembali niat kita dengan banyak beristigfar kepada-Nya agar ibadah kita kembali utuh–hanya untuk Allah. 

Bentuk Pengorbanan Nyata, Sunah Tercinta

Setelah perintah salat yang harus murni untuk Allah, perintah berikutnya adalah “dan berkurbanlah”. Hal ini menunjukkan bahwa berkurban merupakan sebuah perintah nyata di dalam Al-Quran, perintah yang agung dan disandingkan dengan perintah mendirikan salat. Selain itu, berkurban juga merupakan sunah yang Rasulullah ﷺ cintai dan tidak pernah beliau tinggalkan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Anas bin Malik RA., 

ضَحَّى النَّبِيُّ ﷺ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ، وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

“Nabi ﷺ berkurban dengan dua ekor kambing jantan (atau biri-biri besar) putih bercampur hitam yang bertanduk, beliau menyembelih keduanya dengan tangannya sendiri, membaca basmalah dan bertakbir, serta meletakkan kakinya pada sisi leher keduanya.”

Berkurban bukan hanya sekali seumur hidup, tapi ibadah yang harus kita niatkan setiap tahun, setiap kali datangnya waktu berkurban. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Baca Juga

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

“Barangsiapa memiliki kelapangan (mampu) namun tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR. Ibnu Majah)

Baca juga : “Qurban Idul Adha : “Qurban Melangit, Berkah Mendunia”“

Makna utama hadis ini adalah penegasan kuat tentang pentingnya kurban; bahwa kurban bagi orang yang mampu bukanlah perkara remeh, kurban adalah syiar besar, bentuk syukur, tanda kepedulian terhadap syariat dan sesama.

Memang maksud hadis ini bukan berarti sah atau tidaknya salat Iduladha kita bergantung pada pelaksanaan kurban. Akan tetapi, hadis ini menjadi teguran keras kepada jiwa yang kikir, yang menahan rezeki yang Allah titipkan kepadanya. Selain itu diharapkan pula menjadi dorongan yang sangat kuat bagi orang-orang yang mampu untuk melaksanakan kurban. 

Mungkin kita memang perlu meluangkan waktu untuk benar-benar mentadaburi ayat-ayat Allah agar pesan-Nya tidak hanya singgah di pikiran, tetapi menetap di hati. Nikmat besar yang Allah curahkan kepada kita seharusnya melahirkan syukur yang nyata melalui salat, penghambaan, dan qurban. Sebab ketika hati telah memahami, ibadah bukan lagi sekadar rutinitas, tetapi wujud cinta, syukur, dan ketaatan sepenuhnya kepada Rabb kita.  

 

Isma Muhsonah Sunman, S.Ag., M. Pd. 

Dosen STAI DI Al-Hikmah Jakarta dan Pengajar Al-Qur`an di Syifaur Rahman Islamic Club Bogor

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Tahan Dua Aktivis Flotilla Gaza

Next Post

Penjaga Al-Aqsa Gagalkan Upaya Penyerbuan Israel

Adara Relief International

Related Posts

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?
Artikel

71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?

by Adara Relief International
April 27, 2026
0
54

Tujuh puluh satu tahun telah berlalu sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 digelar di Bandung, sebuah momentum ketika negara-negara Asia...

Read moreDetails
Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5):  Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

Sejarah Palestina pada Masa Kekhalifahan (Part 5): Menelusuri Dua Setengah Abad Kesultanan Mamluk di Palestina

April 27, 2026
40
Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

Habis Gelap, Terbitlah Terang: Menelusuri Kembali Pemikiran Kartini dalam Menentang Penjajahan Terhadap Perempuan

April 21, 2026
40
Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4):  Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 4): Penaklukan Baitul Maqdis dari Pasukan Salib pada Masa Kekhalifahan Ayyubiyah

April 21, 2026
31
Tiga warga Palestina yang dieksekusi di penjara Akka – Fouad Hijazi, Atta al-Zeer, dan Mohammed Khalil Jamjoum. (Samidoun)

Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina

April 13, 2026
84
Situs Nabi Yaqin di dekat Al-Khalil (Hebron), tempat peninggalan Dinasti Ikhshidiyah (MDPI)

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 3): Rangkaian Tantangan pada Masa Kekhalifahan Abbasiyah

April 6, 2026
146
Next Post
Penjaga Al-Aqsa Gagalkan Upaya Penyerbuan Israel

Penjaga Al-Aqsa Gagalkan Upaya Penyerbuan Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630