Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan.
Menteri Perang Israel Katz menyatakan flotilla yang terdiri dari puluhan kapal itu melanggar resolusi PBB dan dapat disita berdasarkan hukum anti-terorisme Israel. Ia juga mengancam intersepsi di laut, termasuk kemungkinan penyergapan langsung terhadap kapal.
Baca juga : “Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir”
Flotilla yang berangkat dari Italia, Spanyol, dan Turki ini bertujuan membuka koridor kemanusiaan aman bagi Gaza. Selain itu, misi tersebut juga meningkatkan tekanan internasional terhadap blokade yang telah berlangsung sejak 2007. Penyelenggara menyebut misi ini sebagai mobilisasi sipil maritim terbesar sejauh ini. Namun, Israel menuduh flotilla memiliki keterkaitan dengan Hamas dan mengklaim bantuan harus masuk melalui jalur resmi sesuai resolusi internasional.
Sejumlah organisasi kemanusiaan, termasuk Médecins Sans Frontières, menilai kondisi di Gaza tetap “katastropik” akibat pembatasan bantuan yang menyebabkan kekurangan pangan, air bersih, listrik, dan layanan kesehatan. Di tengah gencatan senjata yang rapuh, serangan dan pembatasan bantuan masih berlanjut, sementara korban jiwa di Gaza telah melampaui 72.000 orang sejak Oktober 2023.
Baca juga : “Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan”
“Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan”
Sumber: Qudsnen







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)