Palestine General Federation of Trade Unions (PGFTU) melaporkan sedikitnya 74 pekerja Palestina terbunuh sepanjang 2025 akibat tindakan pasukan Israel. Ini terjadi di tengah meningkatnya risiko kerja dan memburuknya kondisi ketenagakerjaan.
Dalam pernyataannya, PGFTU merinci bahwa angka tersebut mencakup pekerja di Tepi Barat, di laut, saat perjalanan menuju tempat kerja, serta di wilayah 1948. Selain itu, 18 pekerja terbunuh akibat tembakan atau saat penangkapan dan penggerebekan di tempat kerja mereka.
Baca juga : “Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan”
Federasi juga mencatat 47 pekerja lainnya terbunuh sejak Oktober 2023 hingga akhir 2025. Mereka menyebutnya sebagai “syuhada-pejuang nafkah”. Angka ini mencerminkan tingginya risiko yang para pekerja Palestina hadapi di berbagai sektor.
PGFTU menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan pilihan, melainkan tanggung jawab nasional, moral, dan hukum yang harus dijamin bersama.
Pernyataan ini disampaikan di tengah krisis ekonomi yang semakin dalam. Hingga kini, tingkat pengangguran mencapai hampir 80% di Gaza dan sekitar 35% di Tepi Barat, serta lebih dari 500.000 pekerja kehilangan pekerjaan.
Baca juga : “Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir”
Sumber: Palinfo
Palestine General Federation of Trade Unions (PGFTU) melaporkan sedikitnya 74 pekerja Palestina terbunuh sepanjang 2025 akibat tindakan pasukan Israel, di tengah meningkatnya risiko kerja dan memburuknya kondisi ketenagakerjaan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)