Direktorat Pendidikan Al-Khalil (Hebron) menghentikan sepenuhnya kegiatan belajar di 18 sekolah negeri, delapan sekolah swasta, dan tiga taman kanak-kanak. Ini terjadi setelah pasukan Israel menyerbu wilayah selatan Al-Khalil dan memberlakukan penutupan total sejak Senin. Langkah ini menyebabkan lumpuhnya pergerakan warga serta kesulitan besar bagi siswa dan guru untuk mencapai sekolah.
Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina dalam pernyataannya pada Selasa (7/04) malam menyebutkan bahwa dampak penutupan tidak hanya berlaku di sekolah di wilayah selatan, tetapi juga meluas ke delapan sekolah negeri di sekitarnya.
Baca juga : “Otoritas Israel Perintahkan Pembongkaran Sebagian Sekolah di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem)“
Tingkat ketidakhadiran siswa di daerah yang Direktorat tutup mencapai 22,7 persen. Sementara itu, sekitar 8 persen guru tidak dapat mengakses tempat kerja mereka. Hal ini secara signifikan mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar.
Selain itu, sebanyak 657 siswa tidak dapat mengakses sekolah yang UNRWA kelola, dan 524 siswa lainnya terhalang untuk mencapai sekolah swasta di wilayah tersebut.
Kementerian juga melaporkan bahwa sejumlah sekolah mengalami penggerebekan berulang oleh pasukan Israel, bersamaan dengan intimidasi yang menciptakan suasana ketakutan dan merusak lingkungan pendidikan yang aman bagi para siswa.
Sumber: Wafa








