Adara Relief International telah mendistribusikan bantuan Panel Surya yang bisa dinikmati oleh 40.000 warga Palestina yang berada di Sekolah Dar al-Fadhilah dan sekitarnya, Rafah Gaza Selatan pada Selasa, (28/11). Bantuan diberikan untuk mengatasi krisis listrik Gaza yang terjadi selama masa agresi.

Serangan Israel di Jalur Gaza masih berlanjut dan telah memasuki hari ke-115. Lebih dari 26.000 warga Palestina telah tewas terbunuh akibat bom yang dilancarkan oleh Zionis Israel, di antaranya 9.000 perempuan dan anak-anak dan lebih dari 7.000 orang dilaporkan hilang.
Puluhan ribu rumah warga Gaza hancur dan rusak parah termasuk rumah sakit, masjid dan gereja akibat serangan udara dan darat yang tiada henti. Tentara Israel juga mengusir secara paksa ribuan warga dari Gaza Utara ke Gaza Tengah dan Selatan sehingga terjadi kepadatan pengungsi di wilayah ini.
Selain bantuan makanan siap saji, medical aid, women and children kit, panel surya juga menjadi salah satu prioritas utama Adara. Hal ini dilakukan untuk memompa dan mengalirkan air ke sekolah Dar al-Fadhilah, masjid dan rumah warga yang berada di sekitar sekolah tersebut.
Menurut NGO mitra penyaluran Adara Relief International Hayir Kapilari, kebutuhan akan listrik di Gaza semakin meningkat seiring dengan krisis yang melanda.
“Kami telah memasang panel surya yang merupakan bantuan dari Sahabat Adara di Indonesia di sekolah Dar al-Fadhilah yang difungsikan untuk mengalirkan air ke masjid dan rumah-rumah warga yang ada di sekitar sekolah. Alhamdulillah air ini bisa dinikmati oleh lebih dari 40.000 jiwa,” tuturnya.


Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga gaza melalui Adara Relief International. Kami terus mengajak seluruh Masyarakat Indonesia untuk bergerak menggalang dukungan dan donasi dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga Gaza di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka bisa bangkit kembali.








