JAKARTA-Untuk tahun ketiga berturut-turut, penduduk Gaza menyambut bulan Ramadan di tengah genosida. Bulan suci yang dulunya orang-orang sambut dengan hiasan di jalanan serta tempat ibadah dan pasar yang ramai, kini berubah menjadi tumpukan puing dan padatnya pengungsian. Di tengah kondisi ini, Sahabat Adara berusaha untuk membawa kembali suasana Ramadan di Gaza dengan mengirimkan makanan berbuka puasa. Pada 10, 11 dan 13 Mar 2026, makanan berbuka puasa tersebut telah disalurkan dan memberi manfaat bagi 1.500 keluarga di Deir Balah dan Gaza utara.

Genosida telah membuat perubahan yang signifikan dalam keseharian penduduk Gaza, terutama di bulan Ramadan. Masjid-masjid yang dulunya penuh dengan jemaah yang melaksanakan salat tarawih dan berbagai aktivitas di bulan suci, kini telah hancur menjadi puing-puing akibat serangan. Kondisi ini menyebabkan banyak keluarga di Gaza hanya bisa melaksanakan ibadah di pengungsian atau di reruntuhan rumah mereka.
Ketika berbuka puasa, suasana yang dirasakan banyak keluarga pun berbeda. Dulunya, meja makan akan terisi penuh dengan hidangan khas untuk berbuka puasa. Kursi-kursi juga akan ramai dengan keluarga yang berkumpul dan memanfaatkan momen kebersamaan tersebut. Namun, kini banyak keluarga tidak bisa menikmati momen berbuka puasa karena tidak ada makanan yang tersedia. Kursi-kursi juga banyak telah kosong, sebab pemiliknya telah menjadi korban genosida.

Di tengah kondisi pahit tersebut, Sahabat Adara berusaha untuk menghadirkan kembali semarak Ramadan di Jalur Gaza. Pada 10, 11 dan 13 Mar 2026, Sahabat Adara mengirimkan makanan berbuka puasa ke Jalur Gaza. Makanan berbuka puasa tersebut dimasak langsung di Gaza dan telah memberi manfaat bagi 1.500 keluarga di Deir Balah dan Gaza utara.


Bagi kita, momen berbuka puasa di bulan Ramadan dengan makanan yang layak mungkin merupakan hal yang biasa. Namun, bagi saudara-saudara kita di Gaza, ini merupakan momen yang belum tentu bisa mereka rasakan setiap hari. Terima kasih Sahabat Adara. Makanan berbuka puasa darimu telah mengundang kembali sukacita Ramadan di Jalur Gaza.







