• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, April 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Universitas Harvard Diam-diam Mengarsipkan Warisan Budaya Israel “Jika Israel Suatu Hari Hilang”

by Adara Relief International
November 18, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Universitas Harvard Diam-diam Mengarsipkan Warisan Budaya Israel “Jika Israel Suatu Hari Hilang”
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

 

Sebuah laporan Haaretz mengungkap bahwa Universitas Harvard secara diam-diam mengarsipkan publikasi, karya budaya, dan output ilmiah Israel—suatu upaya untuk menjaga warisan tersebut “jika suatu hari Israel tidak lagi ada”. Arsip itu berisi puluhan ribu volume dan karya dari berbagai disiplin yang merekam perkembangan budaya dan kehidupan sosial Israel, semuanya disimpan di ruang bawah tanah raksasa di lokasi yang dirahasiakan.

Penyair dan novelis Israel, Haim Be’er, menceritakan pengalamannya ketika menghadiri sebuah konferensi sastra di Harvard pada akhir 1990-an. Ia dibawa ke sebuah bangunan yang tampak seperti kuil Yunani dari luar, lalu menuruni tangga menuju ruang bawah tanah yang luas, dipenuhi bahan cetak dan staf yang bekerja tanpa henti untuk mendokumentasikan materi-materi yang biasanya tidak ditemukan di perpustakaan akademik. Di sana ia melihat pamflet sinagoge, buletin kibbutz, buku kenangan tentara yang gugur, bendera Simchat Torah, hingga materi kampanye politik—semuanya diperlakukan sebagai dokumen sosial berharga yang menampilkan perubahan masyarakat Israel dari waktu ke waktu.

Haaretz menjelaskan bahwa arsip ini tidak berfungsi sebagai proyek akademik biasa, melainkan sebagai “sistem memori alternatif” Israel. Dengan lokasi di Amerika Serikat dan tidak bergantung pada lembaga pemerintah Israel, arsip ini dianggap sebagai bentuk “asuransi peradaban” untuk memastikan kelangsungan warisan budaya dan sejarah sosial Israel jika terjadi krisis nasional.

Baca Juga

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

Proyek ini dipimpin oleh sarjana Yahudi Charles Berlin, yang sejak 1960-an mengepalai divisi baru di Harvard yang berfokus pada dokumentasi kehidupan dan budaya Yahudi lintas generasi. Saat ini, divisi tersebut menyimpan sekitar satu juta item arsip yang mencakup jutaan gambar serta puluhan ribu jam rekaman audio dan video.

Namun tidak semua pihak di Israel menyambut upaya ini. Mantan direktur Arsip Israel, Moshe Mosk, mengaku menolak menyerahkan koleksi sensitif karena tidak nyaman dengan gagasan bahwa arsip itu dibuat untuk berjaga-jaga jika Israel tidak ada lagi. Penulis Ehud Ben-Ezer juga menyebut bahwa Berlin menghadapi kritik keras, termasuk dari seorang sejarawan muda yang menuduhnya mendokumentasikan Israel karena ragu akan masa depan negara itu.

Berlin sendiri berpendapat bahwa proyek tersebut tidak perlu menunggu bencana untuk menjadi relevan, sebab arsip-arsip di Israel rentan rusak akibat banjir, kebakaran, atau pengabaian karena disimpan dalam kondisi buruk. Bagi Harvard dan para kuratornya, menyimpan arsip ini berarti menjaga satu versi penuh cadangan dari kultur Israel—sebuah memori kolektif yang ingin mereka pastikan tetap hidup, apa pun yang terjadi.

Sumber: Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Laporan Terpadu: Kematian Massal, Penyiksaan, dan Kekerasan Seksual Sistematis terhadap Tawanan Palestina di Penjara Israel

Next Post

Adara Palestine Situation Report 66

Adara Relief International

Related Posts

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran
Berita Kemanusiaan

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

by Adara Relief International
April 20, 2026
0
12

Sistem kesehatan di Jalur Gaza kian mendekati titik kolaps di tengah berlanjutnya pembatasan dan dampak perang berkepanjangan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan...

Read moreDetails
Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

Aksi Solidaritas Tenaga Medis Gaza untuk Rekan di Penjara Israel

April 20, 2026
15
Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

Perundingan Hamas-AS di Kairo Buntu Bahas Gencatan Gaza

April 20, 2026
18
PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

PBB: Rata-Rata 47 Perempuan Terbunuh Setiap Hari di Gaza

April 20, 2026
13
75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

75 Ribu Jemaah Salat Jumat di Al-Aqsa di Tengah Pembatasan

April 20, 2026
13
UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

UNICEF Kecam Pembunuhan Sopir Distribusi Air di Gaza

April 20, 2026
13
Next Post
Adara Palestine Situation Report 66

Adara Palestine Situation Report 66

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eskalasi dan Agresi; Dalih Israel untuk Mengambil Alih Kendali Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630