Silwan: Palestina Berubah Jadi Zona Perang Malam

Silwan: Palestina Berubah Jadi Zona Perang Malam – Pemindahan, penggerebekan malam, penangkapan, pemukulan, dan pelecehan telah mengorbankan banyak penduduk Palestina. Setiap malam, lingkungan Palestina di Silwan berubah menjadi zona perang. Para pemuda menghadapi pasukan pendudukan Israel yang menggerebek dan menggeledah rumah-rumah, mereka juga melakukan penyerangan, penangkapan, bahkan penembakan terhadap pemuda dan anak-anak.

Jalan-jalan di lingkungan itu secara teratur diblokir oleh pasukan Israel. Kendaraan digeledah dan pengemudinya ditahan, sementara SIM dan kredensial mereka diperiksa dalam rangka menjalankan strategi hukuman kolektif untuk “menunjukkan kepada mereka, siapa bos di lingkungan itu”.

Pada Jumat malam, konfrontasi kekerasan pecah antara pemuda Palestina di daerah Beir Ayoub di Silwan dan pasukan khusus Israel dan polisi perbatasan. Permukiman Israel menjadi sasaran kembang api sementara para pemuda ditembak dengan peluru baja berlapis karet dan gas air mata. Beberapa dari pemuda tersebut ditangkap.

Mahkamah Agung Israel pada Senin (25/10) menangguhkan aturan tentang pengusiran paksa keluarga Dweik dari rumahnya di lingkungan Batn Al-Hawa di Al-Quds yang diduduki. Namun, pengadilan tidak menentukan berapa lama penangguhan aturan pengusiran akan berlangsung. Aturan itu akan menentukan nasib 86 keluarga lain di lingkungan tersebut.

zona perang malam

Pengacara keluarga Dweik, Hussam Siyam, mengatakan bahwa sidang ditunda untuk memeriksa banding terhadap keputusan mengusir paksa keluarga Dweik dari rumah yang telah mereka huni selama 60 tahun.

Batn Al-Hawa adalah salah satu dari 12 lingkungan di Silwan di Al-Quds yang diduduki. Letaknya di sebelah selatan Masjid Al Aqsa. Lingkungan ini bersama enam lingkungan lainnya sedang menghadapi ancaman pembersihan etnis demi organisasi pemukim, proyek permukiman ataupun pembongkaran untuk tujuan lain.

Batn Al-Hawa berisi 80 rumah. Organisasi permukiman Israel Ateret Cohanim telah mendistribusikan perintah penggusuran untuk pemilik 80 rumah, mengklaim bahwa pemilik tanah tersebut adalah orang-orang Yahudi pada periode antara 1860 hingga 1880. Perintah penggusuran ini menyebabkan hampir 726 warga Palestina dalam risiko pemindahan paksa.

Sumber:
https://qudsnen.co/?p=30739
https://www.aljazeera.com/features/2021/10/25/silwan-palestinian-neighborhood-turns-into-war-zone-at-night

Leave a Reply