Kekerasan oleh pemukim ilegal Israel di Tepi Barat kembali menelan korban jiwa. Mohammed Faraj (39 tahun), seorang petani sekaligus ayah lima anak, terbunuh akibat tembakan pemukim saat berada di lahannya di dekat permukiman ilegal Tekoa, selatan Al-Quds. Ayahnya, Ahmed Faraj (75), turut terluka dan menjadi saksi langsung insiden tersebut.
Lahan keluarga Faraj, seluas hampir 10 hektare, telah dimiliki secara turun-temurun dan terdaftar secara resmi. Namun dalam setahun terakhir, kelompok pemukim mulai memasuki area tersebut. Pada hari kejadian, keluarga menemukan pagar yang rusak. Meski sempat meminta bantuan, namun respons aparat tidak memadai.
Baca juga : “Gelombang Serangan Pemukim Israel terhadap Petani Palestina di Tepi Barat“
Ketegangan memuncak setelah pasukan Israel meninggalkan lokasi. Saat keluarga mendekati lahan, pemukim melepaskan tembakan. Ahmed terluka, sementara Mohammed terbunuh di tempat akibat luka tembak di kepala.
Insiden ini menjadi bagian dari pola kekerasan yang berulang. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya tiga kasus serupa terjadi, termasuk penembakan di wilayah selatan Al-Khalil (Hebron) dan dekat desa Qusra, yang juga membunuh warga Palestina di hadapan anggota keluarga mereka.
Pasca kejadian, otoritas Israel memberlakukan pembatasan terhadap prosesi pemakaman, sementara upaya pemukim untuk menduduki lahan terus berlanjut.
Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut serangan ini sebagai “kejahatan terorganisasi” yang bertujuan memaksa warga meninggalkan tanah mereka. Mereka menilai terdapat perlindungan terhadap pemukim bersenjata serta menyerukan sanksi internasional.
Data resmi menunjukkan ribuan serangan pemukim terjadi sepanjang 2025, yang membunuh warga sipil dan memaksa komunitas Palestina mengungsi. Tanpa tindakan nyata, kekerasan ini kemungkinan akan terus berulang dan memperdalam krisis di wilayah tersebut.
Sumber: TRT World








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)