Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) pada Senin (10/8) resmi membuka rumah sakit lapangan Gaza. Fasilitas medis darurat ini didirikan untuk melayani hampir 500.000 warga di Gaza utara. Pembukaan rumah sakit lapangan Gaza berlangsung di tengah kehancuran sektor kesehatan Gaza yang terus menghadapi kekurangan obat, peralatan medis, dan tenaga kesehatan.
Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa menyebutnya sebagai simbol keteguhan rakyat Palestina. Menurutnya, layanan kesehatan bagi warga yang sakit dan terluka merupakan kewajiban kemanusiaan yang mendasar.
Senada dengan hal tersebut, Presiden PRCS Younis Al-Khatib juga menyatakan bahwa rumah sakit lapangan ini merupakan pencapaian nasional. Fasilitas kesehatan ini menjadi bagian dari rencana PRCS untuk memperkuat layanan kesehatan di seluruh Gaza.
Baca juga: “Krisis Obat Gaza Kian Parah, Kekurangan Obat Kanker Capai 61 Persen”
Rumah sakit lapangan Gaza ini menjadi fasilitas lapangan keenam milik PRCS di Gaza. Meski menghadapi berbagai pembatasan, PRCS tetap berupaya memperluas layanan medis bagi masyarakat.
Selain mengoperasikan rumah sakit lapangan, PRCS telah menyiapkan logistik dan bantuan medis darurat yang tersimpan di gudang penyimpanan untuk segera dikirimkan ke dalam Gaza.
Organisasi kemanusiaan ini juga menyiagakan total 57 unit armada ambulans yang siap memasuki Gaza begitu pembatasan dari pihak Israel dicabut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 unit ambulans saat ini berada di sisi perbatasan Mesir, sementara 22 unit lainnya bersiaga di Tepi Barat.
Pembukaan rumah sakit lapangan terjadi di tengah kehancuran besar sektor kesehatan. Serangan Israel sejak Oktober 2023 telah menghancurkan sekitar 90% infrastruktur Gaza, termasuk fasilitas kesehatan.
Lebih dari 73.000 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 174.000 lainnya terluka sejak awal perang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan layanan medis di Gaza semakin mendesak.
Karena itu, keberadaan rumah sakit lapangan Gaza menjadi sangat penting. Fasilitas ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan medis warga, terutama di Gaza utara yang menghadapi keterbatasan layanan kesehatan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)